Apa Dampak Konkret Brexit Bagi Warga Inggris di Jerman? | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 08.02.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Brexit

Apa Dampak Konkret Brexit Bagi Warga Inggris di Jerman?

Sementara para politisi dan media sibuk dengan isu ini, apa sebenarnya dampak yang akan dirasakan warga saat terjadi Brexit? Gibbo Kemp pemilik "The English Pub" di Hamburg, inilah yang dia cemaskan.

Kota Hamburg di Jerman memang sangat dekat dengan Inggris. Hal ini tidak hanya karena kota ini dianggap sebagai "kota kelahiran" band Inggris The Beatles, yang memang merintis karir besarnya dari sini dengan bermain dari satu klub ke klub lainnya. Warna Inggris sangat kental di kota pelabuhan Jerman ini karena sejak berabad-abad para pedagang dari Hamburg menjalin bisnis dengan London.

Ada sekitar 4.000 warga Inggris yang sekarang tinggal di Hamburg. Makanan dan menu Inggris bisa didapat hampir di setiap sudut kota. Makin dekat dan makin kacau jadwal Brexit, mereka juga makin cemas.

Salah satunya adalah Gibbo Kemp, warga Inggris yang tinggal di Hamburg sejak tahun 1963. Dia berasal dari Liverpool dan mengikuti jejak band pujaannya The Beatles, datang ke Jerman untuk bermain musik di klub "Star Club" di Hamburg.

Sekarang dia sudah berusia 72 tahun dan menjalankan restoran dan rumah minum "KEMP'S English Pub" di pusat kota Hamburg, yang juga menyajikan musik live. Di dalam pub, dekorasinya penuh dengan bendera Union Jack di sekeliling jendela. Di dinding terpasang foto-foto Ratu Elizabeth, dan tentu saja foto-foto lama The Beatles. Spesialisasi restorannya tentu saja bir dari Inggris.

Ein Jahr Elbphilharmonie (picture-alliance/dpa/C. Charisius)

Ada sekitar 4 ribu warga Inggris yang tinggal di Hamburg

Brexit dengan atau tanpa perjanjian?

Tapi makin dekat jadwal Brexit, Gibbo Kemp makin terombang-ambing tentang prospek bisnisnya. Apakah dia bisa tetap menjamin lancarnya pasokan bir Inggris dengan harga sekarang?

"Pemasok saya di sini sekarang sudah menimbun (bir) dan saya bisa bayangkan apa yang akan terjadi. Mungkin saya harus berganti strategi bisnis. Saya belum tahu. Saya benar-benar belum tahu apa jadinya," katanya.

Gibbo Kemp tidak sendirian dalam keprihatinannya. Di tengah maraknya spekulasi dan ketidakpastian mengenai skenario terburuk "No Deal Brexit", yaitu keluarnya Inggris dari Uni Eropa tanpa kesepakatan, otoritas Hamburg berusaha membantu dengan memberikan berbagai informasi, baik melalui media sosial maupun lewat acara-acara malam informasi khusus.

"Kekhawatiran terbesar saat ini adalah, apakah mereka akan mendapat status dan kriteria yang jelas, misalnya untuk mendapatkan izin tinggal permanen," kata anggota dewan Hamburg Ellie Sellwood mengenai status warga Inggris di Jerman. "Orang-orang benar-benar khawatir, bahwa mereka tidak diberikan status yang mereka butuhkan untuk bisa tinggal di sini."

Tonton video 03:02
Live
03:02 menit

Brits living in Hamburg get nervous about Brexit

Bersiap menghadapi kemungkinan terburuk

Sejak referendum Brexit pada Juni 2016, lebih dari 800 orang Inggris di Hamburg telah mengambil kewarganegaraan Jerman, sambil tetap mempertahankan kewarganegaraan Inggris. Sebagai warga Uni Eropa, mereka memang boleh berpaspor ganda.

"Saya terus menunda ini," kata Gibbo Kemp. "Saya dulu benar-benar berpikir bahwa Brexit tidak akan pernah terjadi." Akhirnya Gibbo Kemp juga memutuskan mengambil paspor Jerman sambil tetap mempertahankan paspor Inggrisnya. Tetapi kalau Inggris keluar dari Uni Eropa, dia harus memilih satu kewarganegaraan.

Dalam kesepakatan Brexit antara Inggris dan Uni Eropa yang ditolak oleh parlemen Inggris, status warga Inggris di Jerman dijamin sama dengan warga negara Uni Eropa lainnya sampai akhir 2020. Tapi apa jadinya kalau Inggris akhirnya meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan sama sekali? Dalam hal ini, hanya ada masa transisi selama tiga bulan.

Sekarang, kebanyakan warga Inggris di Jerman sudah bersiap menghadapi skenario terburuk No-Deal-Brexit. Mereka kesal dengan sikap pemerintah dan parlemen Inggris yang tidak jelas.

"Pemerintah (Inggris) membodohi kita," kata Gibbo Kemp. "Mereka benar-benar membodohi diri mereka sendiri... dan kita, yang kebetulan warga Inggris", tambahnya. (hp/na)

 

Laporan Pilihan

Audio dan Video Terkait

Iklan