Angka Kasus COVID-19 Harian RI Naik Terus ke Puncak Dunia, PPKM Diperpanjang? | INDONESIA: Laporan topik-topik yang menjadi berita utama | DW | 13.07.2021
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Wabah Corona

Angka Kasus COVID-19 Harian RI Naik Terus ke Puncak Dunia, PPKM Diperpanjang?

Kasus harian tambahan corona di RI terus melonjak. Hingga Senin (12/07), kasus tambahan corona tembus di angka 40 ribuan. Angka tersebut merupakan rekor tertinggi selama pandemi.

Tenda darurat di rumah sakit

Sejumlah rumah sakit di Jakarta mendirikan tenda darurat untuk menampung pasien COVID-19 yang membludak (24/06)

Berdasarkan data, angka 40.427 kasus tambahan kemarin Senin (12/07) mencatatkan Indonesia di peringkat pertama penyumbang kasus harian corona terbanyak di dunia. Tambahan kasus 40 ribuan melampaui tambahan harian corona di Inggris dan India dengan laporan data 34.471 kasus dan 27.404 kasus.

Koordinator PPKM Darurat sekaligus Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan sudah menyiapkan skenario terburuk jika kasus harian tembus 40 ribu.

Skenario konkretnya, bila kasus makin memburuk menembus 40 ribu, Indonesia akan meminta bantuan luar negeri. Negeri Singa di seberang Riau dan Negeri Tirai Bambu di utara bakal dimintai tolong oleh Indonesia bila itu terjadi.

"Bagaimana tadi suplai oksigen, bagaimana suplai obat, bagaimana suplai rumah sakit, semua sudah kami hitung," katanya.

Luhut telah menyatakan skenario terburuk (worst-case scenario) sudah berjalan. Konteksnya adalah penyiapan fasilitas kesehatan di zona merah dalam PPKM Darurat ini. Luhut juga meminta TNI membuka rumah sakit-rumah sakit lapangan. Dengan demikian, jumlah ICU makin banyak tersedia dan mengurangi kasus pasien kesulitan mendapatkan tempat tidur. Ada pula Rumah Sakit Haji Jakarta di Gedung Arafah digunakan untuk penanganan pasien COVID-19.

Skenario PPKM Darurat sampai 6 minggu

Penerapan PPKM Darurat juga diisyaratkan bakal diperpanjang. Hal ini diungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat rapat bersama Banggar DPR RI, Senin (12/07).

"PPKM darurat selama 4-6 minggu dijalankan untuk menahan penyebaran kasus. Mobilitas masyarakat diharapkan menurun signifikan," tulis bahan paparan Sri Mulyani.

Tanda-tanda PPKM Darurat bakal diperpanjang karena varian Delta yang makin ganas. Sri Mulyani menyebut pihaknya akan kembali melakukan realokasi dan refocusing tahap III untuk mendukung pendanaan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp31 triliun.

"Kita sedang mengidentifikasi sekitar mungkin Rp 26 triliun dan R p5 triliun dari TKDD. Kami akan menyelesaikan dalam bulan ini tentu melihat perkembangan COVID-19," kata Sri Mulyani.

Jumlah kasus baru COVID-19 berdasar negara pekan ke-27

Jumlah kasus baru COVID-19 berdasar negara pekan ke-27

Target kasus corona di bawah 30 ribuan

Balik lagi ke Luhut, pemerintah punya target untuk menekan laju penularan corona. Luhut menargetkan kasus harian COVID-19 di Indonesia turun di bawah 30 ribu.

"Kita mencoba supaya betul-betul kalau bisa kasus ini jangan lebih dari 30 ribuan tapi dari 3 hari terakhir ini kita lihat sudah berkisar selalu bermain di antara 33, 34, 38 mundur lagi seterusnya. Tapi kasus kesembuhan meningkat banyak kita lihat, jadi kami berharap minggu depan mungkin kalau semua sudah berjalan disiplin akan mulai flattening atau mulai akan merata dan kemudian kita harap nanti cenderung akan terkendali," kata Luhut.

Target itu bisa dicapai jika ada kerja sama dari semua pihak. Untuk itu dia berharap disiplin protokol kesehatan benar-benar digencarkan, termasuk pelaksanaan vaksin corona.

Sejauh ini, lanjut Luhut, mobilitas warga selama PPKM Darurat cenderung menurun. Dengan target-target itu, akankah PPKM Darurat di Jawa-Bali diperpanjang? (Ed: ha/rap)

Baca selengkapnya di: DetikNews

Angka Kasus COVID Harian RI Naik Terus ke Puncak Dunia, PPKM Diperpanjang?

Laporan Pilihan