Angin Topan ″Kyril″ Telan Korban Jiwa di Eropa | Fokus | DW | 19.01.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Angin Topan "Kyril" Telan Korban Jiwa di Eropa

Kamis malam kemarin (18/01), angin topan dahsyat bernama “Kyrill” menerjang Jerman serta Eropa dan menimbulkan sedikitnya 30 korban tewas dan sejumlah besar luka-luka.

Seorang anggota pemadam kebakaran Jerman menyingkirkan pohon tumbang

Seorang anggota pemadam kebakaran Jerman menyingkirkan pohon tumbang

Jerman mencatat sepuluh korban tewas, termasuk di antaranya adalah seorang bayi perempuan berumur 18 bulan. Pohon-pohon yang jatuh dan dan benda yang beterbangan merupakan alat pembunuh bayi itu. Dan masih banyak lagi selain itu yang dihancurkan angin topan Kyrill tersebut. Wolfgang Lindner, seorang polisi dari kota Krefeld mengatakan, dalam waktu singkat, kantor kami menerima ratusan telepon dari warga yang meminta bantuan darurat. Dilaporkan bahwa pohon-pohon tumbang, genteng terlempar, kabel listrik rusak. Itu sangat berbahaya. Kami tidak dapat sekaligus menangani semua kasus darurat tersebut.

Aliran listrik yang terputus, banjir dan angin yang luar biasa kencangnya menghalangi upaya bantuan penyelamatan. Di stasiun pusat Berlin, sebuah penyangga baja yang beratnya berton-ton, roboh. Untungnya tidak ada korban saat itu. Jens-Peter Wilke dari Dinas Pemadam Kebakaran Berlin mengatakan, untung penyanggah baja itu jatuh ke arah luar, kalau ke dalam, maka pasti akan menghantam atap kaca dan menghancurkannya.

Jalan-jalan bebas hambatan dan jembatan-jembatan di beberapa daerah ditutup. Jawatan Kereta Api Jerman menghentikan semua aktivitasnya di Jerman. Puluhan ribu penumpang terjebak dan tidak dapat meneruskan perjalanan. Semua kereta api tidak jalan. Ini belum pernah terjadi sebelumnya di Jerman. Namun, langkah ini harus diambil karena risiko ancaman kerusakan listrik dan jatuhnya pohoh-pohon yang akan menimpa kereta, sangat tinggi. Oleh sebab itu, stasiun-stasiun kereta di Jerman dipenuhi oleh para penumpang yang tidak kebagian kamar di hotel yang sudah penuh. Dua penumpang yang terdampar di stasiun mengungkapkan: „Saya baru saja pindah rumah. Barang-barang masih di perjalanan. Saya kini tidak punya tempat tinggal. Saya mau ke Solingen, tetapi tertahan di sini.“ „Pesawat kami berangkat ke Mesir jam 12 malam. Bagaimana saya bisa pergi ke bandara?“

Ratusan penerbangan di Eropa dibatalkan atau ditunda. Jalur feri di Laut Utara dan Laut Baltik dihentikan. Di Selat Inggris, sebuah kapal barang tenggelam. Di Belanda, Perancis, Inggris dan negara lainnya, topan Kyrill juga menimbulkan kerusakan. Jumat pagi, waktu setempat, peringatan bahaya cuaca buruk dicabut dan kerusakan-kerusakan dari angin topan yang mencapai kecepatan 200 kilometer per jam itu, kini mulai ditangani.