Amnesty International Kritik Politik Suaka dan Pengungsi UE | Sosial | DW | 16.01.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosial

Amnesty International Kritik Politik Suaka dan Pengungsi UE

Uni Eropa (UE) memanfaatkan masa kepemimpinan Jerman dalam UE untuk mengajukan tuntutan, terutama di bidang politik suaka dan pengungsi yang dianggap banyak kekurangannya.

Logo Amnesty International

Logo Amnesty International

Diskusi mengenai politik suaka, pengungsi dan keimigrasian dilakukan di bawah motto "sudah sampai batas". Ini punya makna ganda. Pertama, dalam soal ini, politik UE sudah sampai pada batas kemampuannya. Dan kedua, negara-negara anggota UE bertindak keras terhadap orang-orang yang mencapai batas negaranya. Amnesty International (AI) memang melihat beberapa segi positif pada politik UE dalam soal pengungsi, tetapi penanganan konkrit terhadap mereka, sering di luar batas kemanusiaan.

Ketua Partai Hijau Jerman, Claudia Roth sepaham dengan para aktifis AI ketika menyimpulkan: "Politik mengenai para pengungsi selalu diketengahkan hanya dalam kaitan dengan politik keamanan. Tetapi Eropa seharusnya menjadi kawasan perlindungan, dengan tanggung jawab dan dimana jaminan perlindungan merupakan prinsip utama."

Anggota parlemen Eropa dari partai Sosialis Demokrat, Wolfgang Kreissl-Dörfler, tidak mendukung kritik yang menyama-ratakan semuanya itu. Tetapi ia juga mengritik cara negara-negara anggota UE menangani pengungsi yang permohonan suakanya ditolak: "Kalau ditilik penjara di Stadelheim… disana orang-orang yang tidak berbuat kejahatan ditahan sampai delapan bulan atau lebih, untuk kemudian dideportasi. Diantaranya ada yang diperlakukan sebagai penjahat… maka harus saya katakan, itu tidak bisa dibiarkan."

AI juga tidak menolak secara mutlak untuk memulangkan pengungsi ke negara asalnya, selama mereka tidak dianggap sebagai buronan politik dan selama HAM ditaati. Masalahnya, sekarang ini tidak ada jaminan bahwa HAM memang ditaati. AI juga menuntut hal yang sama dalam menangani pengungsi yang sampai ke Eropa lewat Laut Tengah. Dalam soal ini Claudia Roth, ketua Partai Hijau, juga mengritik media: "Kalau Anda melihat laporan televisi tentang orang-orang yang terdampar atau berusaha memasuki UE, tidak lagi dikatakan sebagai pengungsi melainkan hanya tentang orang-orang ilegal. Kata pengungsi tidak dipakai lagi, hanya ilegal."