Airbus Akan Berhentikan 10.000 Karyawannya | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 01.03.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Airbus Akan Berhentikan 10.000 Karyawannya

Sebuah upaya penghematan untuk menjaga kemampuan bersaing perusahaan.

Pabrik pesawat Airbus di Hamburg, Jerman

Pabrik pesawat Airbus di Hamburg, Jerman

Di Toulous, Prancis, Direktur Airbus Louis Gallois berkilah, penghematan di perusahaan itu bukan semata karena produksi A 380 merugi. Gallois menuturkan: “Saya selalu mendengar di media bahwa progran penghematan Power8 terpaksa dilakukan karena kami memproduksi pesawat A 380. Tidak. Sebenarnya, hal ini terpaksa dilakukan karena harus menyesuaikan nilai Dollar yang lemah. Sejak merencanakan A380 dulu, kemampuan bersaing Airbus turun 20 persen, gara-gara melemahnya nilai Dollar.”

Gallois juga menegaskan, tidak ada pegawai tetap yang akan diberhentikan, melainkan pegawai yang memiliki kontrak kerja berjangka. Ia menambahkan, telah berusaha adil dalam restrukturisasi ini, sehingga keempat negara yang punya andil dalam Airbus hanya menanggung sebagian akibatnya.

Meski prihatin atas pemutusan hubungan kerja yang akan terjadi, pemerintahan Jerman merasa puas dengan adilnya program penghematan ini. Jumlah pekerja di Jerman yang akan di PHK akan mencapai 3.700 orang. Sedangkan di Prancis 4.300 orang, di Inggris 1.600 orang dan Spanyol 400 orang.

Menurut Louis Gallois, penghematan Airbus akan ditekankan melalui penjualan dua pabrik yang berada di Prancis. Sementara untuk melanjutkan produksi di tiga pabrik lainnya, Airbus masih akan mencari investor baru. Louis Gallois menjelaskan, upaya penghematan ini harus dilakukan untuk menjaga kemampuan bersaing perusahaan Airbus. Keputusan itu tidak diterima begitu saja oleh Dewan Pekerja di perusahaan Airbus. Di pabrik-pabrik Prancis berlangsung demonstrasi. Tapi belum diketahui apakah pekerja di Jerman juga akan menunjukan solidaritasnya. Ketua Dewan Pekerja seluruh perusahaan Airbus, Rüdiger Lütjen mengatakan: “Saya tidak mau berspekulasi, tapi pasti kami tidak akan menerima gagasan penjualan pabrik.”

Sekarang menejemen harus bernegosiasi dengan Dewan Pekerja, terutama karena penghematan akan terus berlangsung.

Iklan