Ahmadiyyah Minta Suaka Politik | dunia | DW | 24.07.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Ahmadiyyah Minta Suaka Politik

Konsulat Jendral Jerman di Sanur Bali. Kedatangan Warga Ahmadiyah Lombok ini adalah untuk meminta suaka politik.

Melalui 8 orang perwakilannyadan didampingi anggota LBH Bali, Jemaah Ahmadiyah Lombok Nusa Tenggara Barat hari ini mendatangi Konsulat Jendral Jerman untuk meminta suaka politik. Selain mendatangi konjen Jerman, perwakilan Jemaah Ahmadiyah ini juga meminta suaka politik kepada Australia dan Amerika melalui Konjen yang ada di Denpasar Bali.

Permohonan suaka politik ini diajukan menyusul intimidasi, dan tidak adanya penyelesaian atas kerusuhan serta pengusiran yang diterima dari para ulama di Lombok. Apalagi sejak tahun 2001 warga Jemaah Ahmadiyah telah 8 kali mendapatkan penyerangan.

Ketua Penasehat Organisasi Jemaah Ahmadiyah Nusa Tenggara Barat Samsir Ali dalam keteranganya di Denpasar Bali menyatakan terpaksa meminta suaka politik karena tidak mendapat perlindungan dari pemerintah.

Samsir Ali :''Ya karena dinegeri sendiri tidak aman dan tidak ada perlindungan hukum, dan tidak ada penyelesaian, kemudian pemerintah Lombok Barat sudah campur tangan dalam soal keyakinan dama hal agama, masak Sk bupati yang melarang Ahmadiyah, gara-gara SK ini dimanfaatkan oleh masyarakat dan ini yang kedelapan kali semenjak tahun 2001, terjadi penyerangan , penghancuran dan pengusiran terhadap orang Ahmadiyah. Itu orang Sasak Tulen, orang asli nenek moyang mereka disitu."

Seperti pernah diberitakan, kelompok Ahmadiah menjadi korban aksi pengrusakan dan pembakaran sekitar 30 rumah di Ketapang, desa Gegerung, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Insiden pada tanggal 4 Februari 2006. Dalam insiden itu, 4 polisi dan 4 warga luka-luka terkena lemparan batu.

Berdasarkan data Organisasi Jemaah Ahmadiyah Nusa Tenggara Barat saat ini tercatat 187 orang atau 50 kepala keluarga Ahmadiyah di Lombok. Mereka tidak berani pulang ke kampung halaman mereka. Para warga Ahmadiyah Lombok ini terpaksa mengungsi di daerah Transito Lombok Barat. Puluhan warga Ahmadiyah lainnya juga masih mengungsi di Asrama Transito dan Rumah Sakit Praya Lombok.

Menanggapi permintaan suaka tersebut baik Konsul Australia, Amerika dan Jerman, hingga saat ini belum memberikan jawaban dan tidak bersedia diwawancara. Seperti pengakuan Manager Kantor Konsulat Australia di Denpasar Bali, Reskiana Ramli dan KonJen Australia di Bali Aldelaid Worcaster yang menyatakan akan meyerahkan permintaan suaka politik tersebut terlebih dahulu ke kedutaan Besar Australia di Jakarta.

  • Tanggal 24.07.2006
  • Penulis Muliarta/Hirschmann
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CPDC
  • Tanggal 24.07.2006
  • Penulis Muliarta/Hirschmann
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CPDC
Iklan