Afghanistan Tolak Usul Ketua Partai SPD Jerman | dunia | DW | 05.04.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Afghanistan Tolak Usul Ketua Partai SPD Jerman

Yang diusulkan adalah penyelenggaraan konferensi perujukan bagi Afghanistan dengan mengikut-sertakan wakil-wakil Taliban yang moderat.

Rangin Dadfar Spanta tidak menutupi kejengkelannya atas usulan ketua partai SPD Kurt Beck tsb. Dalam wawancara radio Jerman Menlu Spanta menanggapi usul tsb secara ironis: "Saya sangat heran mendengar usul itu, karena sejak lama kami mencari anggota Taliban yang moderat, tetapi tidak menemukannya. Kalau politisi barat punya alamatnya, bisa memberikannya agar kami bisa berdiskusi dengan mereka."

Kalau gagasan Kurt Beck itu sejak Selasa lalu ramai didiskusikan di Jerman, tidak ada reaksi dari Afghanistan. Menlu Rangin Dadfar Spanta merupakan anggota pemerintahan Afghanistan pertama yang menanggapinya. Menteri yang punya pengalaman di Jerman selama lebih dari 20 tahun itu, menanggapi dengan tegas pernyataan ketua partai SPD merangkap PM Negara-bagian Rheinland Pfalz tsb: "Membeberkan, bahwa di Afghanistan ada anggota Taliban atau al Qaida yang moderat dan yang tidak moderat, itu sama halnya seperti kalau saya dari Afghanistan mengatakan, di Rheinland-Pfalz misalnya bisa dibentuk koalisi dengan partai radikal kanan NPD, atau setidaknya dengan NPD yang moderat."

Padahal di Afghanistan sudah ada kontak dengan para penentang pemerintah. Program perujukan nasional Afghanistan dalam dua tahun terakhir sudah berhasil membuat lebih dari 3000 anggota Taliban atau kelompok militan lainnya berpaling dari pemahaman lama mereka. Bahkan juga konon sudah dilakukan pembicaraan rahasia dengan para komandan tinggi. Tetapi pemerintah Afghanistan berulang kali menekankan, mereka menghubungi perorangan dan bukan Taliban sebagai kelompok. Menlu Spanta juga mengatakan: "Memang pada Taliban juga ada orang-orang yang diperalat dan diindoktrinasi oleh kekuatan asing. Jadi, harus diupayakan sepenuhnya untuk memasyarakatkan lagi mereka dan mengikutkannya dalam proses perdamaian. Tetapi sebagai kekuatan militer dan politik, saya tidak melihat ada Taliban yang moderat dan yang tidak. Pembagian serupa itu hanyalah pendapat dari orang tidak tahu apa-apa tentang Afghanistan."

Menlu Afghanistan tidak melihat adanya alasan bagi pertemuan perujukan yang mengacu pada Konferensi Petersberg dekat Bonn pada tahun 2001 dan 2002 seperti yang diusulkan oleh Kurt Beck. Menlu Rangin Dadfar Spanta mengharapkan peranan dunia internasional dalam usaha membina Afghanistan menjadi sebuah negara yang berfungsi, dalam proyek-proyek pembangunan termasuk militer. Oleh sebab itu ia menyambut baik pengiriman pesawat pengintai Jerman, Tornado.
Tetapi apakah Jerman bersedia untuk lebih melibatkan diri secara militer, misalnya di kawasan selatan Afghanistan, menurut Menlu Spanta, bukanlah haknya untuk memutuskan. Afghanistan menginginkan strategi anti-teror dengan elemen sipil dan militer.

Iklan