Adidas Gandeng Bank JPMorgan Untuk Jual Reebok yang Terus Merugi | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 27.11.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Ekonomi

Adidas Gandeng Bank JPMorgan Untuk Jual Reebok yang Terus Merugi

Produsen alat olahraga Jerman Adidas diberitakan sudah menggandeng bank investasi Amerika JPMorgan Chase untuk menjual Reebok. Adidas membeli Reebok tahun 2005 seharga 3,8 miliar dolar, tapi merek itu terus merugi.

Toko Adidas di Berlin

Toko Adidas di Berlin

Beberapa bank sebelumnya bersaing mendapat kontrak raksasa perkakas olahraga Jerman Adidas untuk menjual anak perusahaannya Reebok yang terus merugi. Menurut harian Jerman "Frankfurter Allgemeine Zeitung" (FAZ) edisi Jumat (27/11), bank investasi AS JPMorgan Chase yang akhirnya berhasil menggaet kontrak penjualan itu. Namun JPMorgan dan Adidas hingga berita ini diturunkan menolak menanggapi laporan itu.

Sejak berbulan-bulan, nasib Reebok sudah menjadi bahan spekulasi di Media. Laporan media menyebutkan, beberapa perusahaan besar sudah menyatakan berminat, antara lain VF (dengan merek North Face, Timberland, Eastpak, Napapijri, Icebreaker, Lee, Wrangler), Amer Sports (Salomon, Atomic, Mavic) dan investor dari Cina dan Singapura.

Ketika memperkenalkan neraca kuartalan Adidas hari Selasa (24/11), Direktur Utama Adidas Kasper Rorsted menolak berkomentar tentang nasib Reebok dan rencana penjualannya.

Reebok jadi beban bagi Adidas

Dirut Reebok Paul Fireman (kiri) dan Dirut Adidas Herbert Hainer (kanan) tahun 2005 mengumumkan akuisisi Reebok oleh Adidas

Dirut Reebok Paul Fireman (kiri) dan Dirut Adidas Herbert Hainer (kanan) tahun 2005 mengumumkan akuisisi Reebok oleh Adidas

Adidas pada kurtal ketiga dari Juli sampai September tahun ini kembali mencatat laba sekitar 546 juta euto. Pada kuartal sebelumnya, Adidas masih melaporkan kerugian 295 juta euro karena kebijakan lockdown corona di berbagai bagian dunia.

Secara keseluruhan, omset perusahaan pada kuartal ketiga turun sekitar 7 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sekalipun 90 persen toko adidas bisa dibuka selama masa lockdown, namun jumlah pembeli turun drastis. Walaupun omset turun, Adidas secara keseluruhan tetap membukukan keuntungan karena turunnya biaya produksi berjalan.

Omset merek Adidas sendiri hanya turun dua persen, namun Reebok mencatat penurunan jauh lebih besar. Penjualan Reebok sangat tergantung pada pasar Amerika Serikat. Sejak bulan lalu, majalah ekonomi "Manager Magazin" sudah memberitakan bahwa Adidas bermaksud menjual Reebok secepatnya.

Dirut Adidas: Nasib Reebok ditentukan tahun depan

Raksasa alat olahraga asal Jerman itu membeli Reebok yang bermarkas di Boston tahun 2005 seharga 3,8 miliar dolar AS.

Ketika itu Adidas masih dipimpin oleh Herbert Hainer, yang berambisi mengambil alih pesaing Adidas di pasar AS, Nike. Herbert Hainer kemudian digantikan oleh manajer Denmark Kasper Rorsted tahun 2016.

Tahun 2019, penjualan Reebok menurun tajam hampir 50 persen dibanding tahun 2018. Kasper Rorstedt bulan Maret lalu sudah mengatakan, bahwa nasib Reebok akan ditentukan tahun 2021.

hp/as (rtr, afp)

Laporan Pilihan