1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Polisi amankan pria pembawa senjata di gedung PBB
Kepolisian New York mengamankan pria yang membawa senjata dan mengitari gedung PBBFoto: John Minchillo/AP/picture alliance
KriminalitasAmerika Utara

Ada Pria Tua Bawa Senapan, Kantor PBB Dikunci Sementara

3 Desember 2021

Markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, AS, dikunci selama beberapa jam pada Kamis (02/12), setelah seorang pria dengan senapan terlihat mondar-mandir di salah satu gerbang utama gedung.

https://www.dw.com/id/ada-pria-tua-bawa-senapan-kantor-pbb-dikunci-sementara/a-60004626

Kepala Operasi Khusus NYPD, Harry Wedin, mengatakan pria yang membawa senapan yang terisi dan terlihat mondar-mandir di salah satu gerbang utama markas besar PBB di New York, Amerika Serikat, berusia 60-an.

Pihaknya juga sudah menahan pria tersebut sekitar pukul 13.40 waktu setempat, tiga jam setelah dia pertama kali terlihat di luar pos pemeriksaan keamanan PBB di First Avenue Manhattan. Dia kemudian dibawa ke rumah sakit untuk dievaluasi.

Pistol itu diisi dengan satu peluru, kata Wedin. Pria itu juga membawa tas dan memberikan dokumen kepada polisi, termasuk surat medis, yang katanya ingin dikirim ke PBB.

Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, mengatakan "sebagai bagian dari negosiasi dengan NYPD, pria itu mengatakan bahwa dia ingin memberikan beberapa dokumen terlebih dahulu kepada PBB.”

"Petugas keamanan kami mengambil alih surat-surat itu,” kata Dujarric. "Segera setelah pria itu menyerah, kami mengembalikan surat-surat itu ke NYPD. Surat-surat itu tampaknya bersifat medis, tidak ada yang berhubungan dengan PBB."

Polisi cek latar belakang pria pembawa senjata ke PBB

Gerbang yang mengelilingi kompleks PBB sempat ditutup, tetapi setelah mengamankan pria tersebut, polisi menegaskan tidak ada bahaya bagi masyarakat.

Wedin juga mengatakan, jika pria itu tidak pernah menodongkan pistol ke petugas dan tidak terlihat indikasi mengancam untuk menyakiti orang lain.

Wakil Komisaris Pertama NYPD, Benjamin Tucker, mengatakan tidak ada bukti kaitan dengan terorisme, meskipun begitu para detektif sedang mencari nama dan catatan tentang latar belakang pria itu sebagai petunjuk penyelidikan.

"Pada dasarnya dia ingin PBB menerima dokumennya, yang pada akhirnya adalah apa yang kami sepakati, yaitu memberikan dokumen-dokumen itu kepada PBB, dan dia berkata jika kami bisa melakukan itu, dia akan meletakkan senjatanya dan itulah yang terjadi," kata Tucker mengatakan kepada wartawan di luar markas besar PBB.

Tucker menjelaskan, pria itu berkunjung dari Florida dan berjalan ke PBB dari Millennium Hotel, beberapa blok dekat Times Square, tempat dia tinggal sejak Rabu (01/12).

Regu penjinak juga didatangkan untuk mensterilisasi lokasi hotel tempatnya tinggal, tapi tidak menemukan apapun. Tucker mengatakan, saat ini pihaknya sedang menunggu proses tuntutan pidana apa yang akan diberikan, tetapi ia memastikan jika pria tersebut tidak memiliki catatan kriminal.

Kantor PBB kembali beroperasi

Tidak lama setelah pria yang membawa senjata ditangkap, markas PBB kembali beroperasional normal.

"Kami berterima kasih kepada NYPD atas reaksi cepat mereka terhadap insiden tersebut dan kami tetap berhubungan dengan mereka saat mereka melakukan penyelidikan,” kata juru bicara PBB, Stephane Dujarric, dalam sebuah pernyataan.

Dujarric mengatakan sebelumnya tidak ada indikasi bahwa pria itu adalah pegawai atau mantan pegawai PBB.

rw/ha (AP)