Abu Dujana Lolos dalam Penyergapan di Sleman | dunia | DW | 21.03.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Abu Dujana Lolos dalam Penyergapan di Sleman

Perburuan tokoh teroris Abu Dujana dilanjutkan, pasca kegagalan kepolisian dalam penyergapan Selasa malam di Sleman Yogyakarta. Beberapa anggota jaringan teroris yang tertangkap dibawa tim kepolisian untuk memburu kawanan lainnya. Abu Dujana merupakan salah satu tokoh teroris yang paling dicari kepolisian, disamping Noordin M. Top.

Gembong teroris Asia Tenggara Abu Dujana lolos dalam penyergapan kepolisian di Yogyakarta, Selasa malam. Kepolisian hanya mampu menangkap orang-orang yang diduga sebagai kaki tangan Abu Dujana. Juru bicara kepolisian Mabes Polri, Sisno Adiwinoto mengatakan dalam penyergapan di Maguwoharjo, Sleman tersebut salah seorang tersangka teroris tewas dalam baku tembak dengan kepolisian. Hingga kini kepolisian masih merahasiakan keberadaan tersangka lainnya yang tertangkap. Polisi masih memburu Abu Dujana dan kawanannya.

Sementara itu Kepala Badan Intelejen Negara Syamsir Siregar mengungkapkan jumlah kaki tangan Abu Dujana yang tertangkap lima orang, termasuk yang tewas tertembak. Sementara keberadaan Abu Dujana dan kawanannya diduga masih berkeliaran di Pulau Jawa.

Abu Dujana disebut-sebut merupakan petinggi Jemaah Islamiyah, pasca tertangkapnya Hambali, yang ditahan di Amerika Serikat. Menurut kepolisian, Abu Dujana merupakan panglima lapangan dan pengatur strategi peledakan sejumlah bom selama ini. Diantaranya peledakan bom Bali, Kedutaan Besar Australia dan JW Marriot. Pria asal Cianjur ini juga diduga menjadi pelindung teroris Noordin M. Top.

Abu Dujana alias Ainul Bahri, merupakan angkatan terakhir yang mengikuti pelatihan Akademi Militer Mujahiddin di Afganistan.

  • Tanggal 21.03.2007
  • Penulis Ayu Purwaningsih
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CP7t
  • Tanggal 21.03.2007
  • Penulis Ayu Purwaningsih
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CP7t
Iklan