5 Tahun Memburu Osama Bin Laden | Fokus | DW | 09.09.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

5 Tahun Memburu Osama Bin Laden

Serangan teror 11 September 2001 memicu perang di Afghanistan. Sejak itu menurut keterangan AS, dua pertiga tokoh penting Al Qaida tertangkap atau dibunuh.

Osama Bin Laden

Osama Bin Laden

Osama Bin Laden sendiri terus berhasil melarikan diri. Pengejaran Bin Laden telah berlangsung hampir 5 tahun. Orang yang paling diburu di dunia ini herannya punya umur panjang, meskipun tersedia imbalan 25 juta dollar bagi siapa pun yang bisa menangkapnya.

Secara teratur Osama Bin Laden masih mengeluarkan pernyataan dan pendukungnya memastikan Bin Laden masih tetap bebas dan berkekuatan penuh. Sama seperti pimpinan Taliban yang melarikan diri Mullah Omar. Hal ini dikatakan Komandan Taliban di kawasan itu Mullah Akthar Usmani

Usmani: „Mullah Omar masih tetap pemimpin kami. Kami menerima perintah langsung darinya. Ia masih hidup dan dalam kondisi kesehatan terbaik. Juga Osama Bin Laden sehat. Tapi saya tidak akan memberi tahu dimana ia berada.“

Demikian diterangkan Taliban lewat sebuah stasiun radio di Pakistan. Sementara itu pemerintah Pakistan menegaskan akan melakukan segala cara untuk menangkap Bin Laden. Meskipun demikian Pimpinan Al Qaida itu mendapat simpati besar dari sebagian masyarakat Pakistan yang anti Barat

„Tidak seorang pun yang dapat menangkap Osama Bin Laden. Ia adalah tokoh besar dalam sejarah kami. Serangannya terhadap Amerika sudah benar, karena ia ingin melindungi kepentingan dan negaranya.“

Selalu saja ada desas-desus: Orang sudah hampir berhasil menangkap Osama Bin Laden tapi hanya beberapa jam terlambat. Hal yang diingat Presiden Pakistan Pervez Musharraf akan suatu aksi pengejaran dua tahun lalu.

Musharraf: „Dulu berhasil terbentuk jaringan penangkapan dan kami pikir, kami mengenali kawasan dimana Bin Laden berada. Tapi hal itu seperti bertaruh dengan sejumlah informasi, dimana orang cepat menghilang dan akhirnya kami kehilangan kontak.“

Kisah ini sangat sulit dibuktikan seperti kisah lainnya sejak lima tahun tergulingnya Taliban. Keramahan terhadap Bin Laden berakhir dengan serangan koalisi Anti Teror di bawah komando Amerika Serikat. Pimpinan Al Qaida itu kemudian melarikan diri ke pegunungan di perbatasan Afghanistan-Pakistan, diperkirakan masih sampai sekarang. Alasan untuk kerjasama yang lebih erat bagi kedua negara, demikian menurut utusan PBB untuk Afghanistan Tom Koenigs

Koenigs: „Osama Bin Laden tidak akan ditemukan. Satu-satunya yang diketahui, ia berada di kawasan ini. Berdasarkan pertimbangan regional, artinya kami harus lebih mempercayakan ini kepada Pakistan. Kalau tidak sebagian wilayah Utara Pakistan akan jatuh atau tetap berada di tangan teroris internasional.“

Namun kesungguhan pengejaran terhadap Bin Laden selalu diragukan. Pemerintah Afghanistan terlebih lagi Pakistan, tidak terlalu berminat menangkap para teroris kelas 1 dengan membunuh para ekstremis dan kaum muslim di negaranya sendiri. Dan perang anti teror yang dilancarkan Amerika Serikat tampaknya akan menjumpai masalah, jika sosok sang musuh besar Osama Bin Laden tidak ada lagi. Menurut seorang penduduk di Kabul:

„Saya kira, Amerika sengaja membiarkan Osama Bin Laden hidup, agar mereka punya alasan untuk tetap berada di Afghanistan.“