29 Polisi Jerman Kena Skors dan Diperiksa Karena Grup Chat Propaganda Neo-Nazi | JERMAN: Berita dan laporan dari Berlin dan sekitarnya | DW | 17.09.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Jerman

29 Polisi Jerman Kena Skors dan Diperiksa Karena Grup Chat Propaganda Neo-Nazi

Kepolisian Jerman kembali diguncang skandal terkait neo-Nazi. 29 petugas kepolisian diskors dan menghadapi penyelidikan atas tuduhan penyebaran propaganda ekstrem kanan dalam grup obrolan di media sosial WhatsApp.

Polisi negara bagian Jerman Nordrhein-Westfalen NRW

Foto ilustrasi: Polisi negara bagian Jerman Nordrhein-Westfalen NRW

Sekitar 200 polisi dikerahkan menggerebek 34 rumah pribadi dan kantor polisi di beberapa kota di negara bagian Nordrhein-Westfalen (NRW) pada hari Rabu (16/9). "Ini adalah peristiwa memalukan bagi pihak kepolisian,“ kata Menteri Dalam Negeri NRW, Herbert Reul.

Setidaknya ada 5 grup chat WhatsApp pribadi yang dilacak penyelidik - berisi 126 gambar digital, termasuk foto Adolf Hitler dan ilustrasi fiksi seorang pengungsi di kamar gas.

Frank Richter, kepala polisi kota Essen, mengatakan dia terkejut karena tidak ada yang melaporkan pendistribusian gambar - semuanya ditemukan pada telepon pribadi - kepada atasan mereka. Tidak ada di antara tersangka yang menunjukkan perilaku mencurigakan, tambah Richter.

Semua 29 tersangka telah diskors menunggu penyelidikan berikutnya, kata Michael Frücht, kepala pelatihan polisi NRW.

Empat belas dari mereka kemungkinan besar akan dipecat, kata Reul, sebelas diantaranya yang aktif mendistribusikan materi akan menghadapi proses pidana atas tuduhan penghasutan.

Sisanya juga bisa menghadapi proses disipliner. Di antara 29 tersangka petugas, 25 bertugas di kota Essen.

Pada konferensi pers Rabu (16/9), Reul menggambarkan dugaan perilaku sayap kanan oleh tersangka petugas sebagai "aib" yang mencemarkan nama baik 50.000 anggota polisi negara bagian NRW.

"Ekstremis sayap kanan dan neo-Nazi tidak memiliki tempat di kepolisian Nordrhein-Westfalen," kata Reul. "Awalnya saya tidak ingin percaya bahwa memang ada hal seperti itu."

Menteri Dalam Negeri negara bagian Nordrhein-Westfalen, Herbert Reu

Menteri Dalam Negeri negara bagian Nordrhein-Westfalen, Herbert Reul

Razia di NRW

Razia hari Rabu (16/9) dilakukan oleh sekitar 200 petugas di Essen serta di kota Mülheim an der Ruhr, Oberhausen, Moers dan Selm, menurut jaksa di Duisburg.

Dalam penggeledahan disita telepon pribadi dan bukti-bukti "ekstensif" lain pada komputer dan perangkat penyimpanan data. Herbert Reul mengatakan dia mengharapkan pengungkapan lebih lanjut setelah telepon dan perangkat komputer itu diperiksa.

Chat Groups di WhatsApp itu awalnya dibuat seorang petugas polisi berusia 32 tahun di Essen, yang sedang diperiksa dalam kasus ekstrem kanan lain. Dia dicurigai meneruskan informasi data-data pribadi kepada seorang jurnalis. Selama penyelidikan itu, foto-foto propaganda neo-Nazi ditemukan.

Bukan perbuatan individual

Partai Hijau menyerukan agar dilakukan peninjauan nasional terhadap ekstremisme kanan di kalangan kepolisian. Menteri Dalan Negeri Horst Seehofer sebelumnya dalam kasus profil rasial di kepolisian dua bulan lalu menolak pemeriksaan di kepolisian secara umum dan bersikeras "tidak ada masalah struktural'' terkait neo-Nazi.

Menanggapi kasus terbaru ini, juru bicara Horst Seehofer, Steve Alter, hari Rabu memperingatkan agar tidak membuat "tuduhan umum terhadap seluruh polisi Jerman, dengan 300.000 petugas."

"Tapi tentu saja sudah jelas, seperti yang diperlihatkan kasus saat ini, bahwa kita tidak berbicara tentang (perbuatan) individual,'' katanya.

Obrolan grup serupa di kalangan petugas polisi atau anggota militer yang berisi materi ekstrem kanan kanan telah ditemukan di tiga negara bagian Jerman lainnya dalam beberapa tahun terakhir.

vlz/hp (dpa, epd, afp, rtr)

Laporan Pilihan