1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

060110 UN Year 2010

8 Januari 2010

Slogan kampanye itu: "Biodiversity is life. Biodiversity is our life" - Keragaman Hayati adalah kehidupan. Keragaman Hayati adalah kehidupan kita.

https://p.dw.com/p/LMlK
Foto: DW-TV

Hidup manusia bergantung pada alam - ini adalah pesan utama kampanye global untuk tahun keragaman hayati 2010. Ilmuwan yang pesimis beranggapan, dalam 12.000 tahun terakhir manusia melakukan perang habis-habisan terhadap spesies atau jenis-jenis mahluk hidup lainnya yang mengakibatkan kemusnahan hayati yang jauh lebih cepat. Sejumlah pakar memperkirakan manusia menyebabkan musnahnya 140.000 spesies setiap tahunnya. Tahun 2050, dunia akan kehilangan 30 persen spesies yang menghuni bumi.

Tapi, pesan kampanye ini sangat sulit untuk disebarkan mengingat separuh lebih penduduk dunia hidup di perkotaan, terlindung dari alam. Padahal, kota-kota besar termasuk bagian dari permasalahan, kata Ahmed Djoghlaf, sekretaris Konvensi untuk Keragaman Hayati. Ia jelaskan bahwa manusia hidup di lingkungan yang semakin lama semakin urban dan mengorbankan alam. Karena itu diyakininya, perang untuk kelanjutan hidup di dunia akan ditentukan di kota-kota di tahun-tahun mendatang.

Kampanye untuk membangkitkan kesadaran akan masalah ini hanya satu bagian dari tahun keragaman hayati 2010. Selain itu juga digelar sejumlah konferensi sertra forum politik, antara lain di Berlin, Paris, Bali, Nairobi dan New York.

David Ainsworth, juru bicara konvensi untuk keragaman hayati menjelaskan alasan digelarnya kampanye selama satu tahun. Tuturnya, "keragaman hayati adalah dasar kehidupan di bumi ini dan kami rasa, kami butuh paling tidak satu tahun untuk membangkitkan kesadaran masyarakat. Untuk memahami keragaman hayati yang ada di sekeliling kita, apa dampak tindakan kita pada lingkungan sekitar dan untuk mengambil tindakan yang tepat untuk mengubahnya."

Masalah sebenarnya bukan kampanye untuk membangkitkan kesadaran, tapi upaya untuk mencapai target perlindungan keragaman hayati. Tahun 2010 dipilih, karena selambatnya tahun inilah laju pemusnahan keragaman hayati berhasil diredam. Target ini ditetapkan tahun 2002 dalam Konferensi Dunia untuk Pembangunan yang Berkelanjutan di Yohannesburg.

Tapi, target ini tampaknya tidak bisa dipenuhi. Meski begitu Ahmed Djoghlaf tetap optimis,

“Kalau mau jujur, penetapan tahun 2010 adalah suatu pernyataan politik - yaitu untuk secara drastis mengurangi pemusnahan keragaman hayati sampai selambatnya 2010, keputusan ini diambil akhir 2001, tanpa sebelumnya menetapkan sarana dan cara untuk mewujudkannya."

Ini adalah perbedaan utamanya: Delapan tahun lalu, pemerintahan dunia mengungkapkan keinginannya untuk melakukan sesuatu. Sekarang mereka dipaksa untuk bertindak. Apakah perlindungan keragaman hayati akan menjadi agenda baru dalam kesadaran masyarakat dunia tahun ini, masih harus ditunggu.

Ben Knight/Ziphora Robina
Editor: Edith Koesoemawiria