1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Yunani Terus Mengemis Bantuan

Menkeu Jerman mempertanyakan apakah rencana penghematan baru Yunani yang disepakati hari Kamis (9/2) cukup meyakinkan untuk mendapat dana penyelamatan kedua.

Ilustrasi krisis utang Yunani

Ilustrasi krisis utang Yunani

Rencana penghematan Yunani yang baru disepakati langsung mengundang kritik dari serikat buruh karena akan mendorong lebih banyak PHK dan memotong upah lebih besar. Mogok kerja selama 48 jam rencananya digelar mulai hari Jumat (10/2). Sedangkan wakil menteri tenaga kerja Yunani, Yannis Koutsoukos, mengundurkan diri sebagai bentuk protes. Koutsoukos menilai rencana yang baru tidak hanya berat, namun juga menyakitkan bagi kaum pekerja.

Di hari yang sama, menteri keuangan dari 17 negara zona Euro bertemu di Brussel untuk meneliti rencana Yunani tersebut. Menteri keuangan Yunani Evangelos Venizelos yang ikut serta dalam pertemuan, mendesak para rekan sejabatnya untuk memberikan dukungan politik sebagai langkah terakhir menuju pencairan dana penyelamatan kedua bernilai 130 miliar Euro.

Menkeu Jerman Wolfgang Schäuble tiba di pertemuan di Brussel (9/2)

Menkeu Jerman Wolfgang Schäuble tiba di pertemuan di Brussel (9/2)

Belum memenuhi syarat

Perdana Menteri Yunani Lucas Papademos menegaskan bahwa pemerintah koalisi Yunani telah berunding dengan Uni Eropa, Bank Sentral Eropa (ECB) dan Dana Moneter Internasional (IMF) mengenai putaran penghematan baru. Namun menteri keuangan Jerman Wolfgang Schäuble memperingatkan bahwa Yunani belum memenuhi semua persyaratan. "Kesepakatan tersebut, sepengetahuan saya, belum mencapai tahap yang layak untuk mendapat lampu hijau," tegas Schäuble. Oleh karena itu, negara-negara zona Euro belum akan mengambil keputusan Kamis (9/2) malam.

Hampir semua pemotongan yang disyaratkan troika turut disepakati. Seperti pemotongan upah minimum sebesar 22 persen serta pemecatan 15 ribu pegawai negeri. Namun para petinggi partai Yunani menolak pemotongan dana pensiun yang bernilai 300 juta Euro. Seorang staf kantor Papademos yang enggan disebutkan namanya membeberkan bahwa pemerintahan Yunani tengah mencari alternatif terhadap pemotongan dana pensiun yang ditolak. Yunani membutuhkan dana penyelamatan kedua sebelum 20 Maret mendatang saat pembayaran obligasi sebesar 14,5 miliar Euro jatuh tempo.

Komisaris Eropa untuk Urusan Ekonomi Olli Rehn (kiri) berbincang dengan Menkeu Yunani Evangelos Venizelos

Komisaris Eropa untuk Urusan Ekonomi Olli Rehn (kiri) berbincang dengan Menkeu Yunani Evangelos Venizelos

Dana penyelamatan kedua

Saat para petinggi zona Euro secara ragu menyetujui dana penyelamatan kedua bagi Yunani bulan Oktober lalu, sejumlah parameter penting harus dipenuhi terlebih dahulu. Termasuk menurunkan level utang Yunani menjadi 120 persen dari produk domestik bruto pada tahun 2020 serta mendapatkan persetujuan semua petinggi politik Yunani bahwa seluruh pemotongan anggaran dan reformasi akan benar-benar terimplementasi.

Yunani telah memenuhi target penghapusan utang bernilai 100 miliar Euro dengan bank-bank kreditor serta pemegang obligasi lainnya. Namun pekan lalu seorang petinggi Uni Eropa menyatakan bahwa penghapusan utang dan paket penghematan baru masih meninggalkan celah sebesar 15 miliar Euro. Uni Eropa berharap ECB yang memegang obligasi Yunani dalam jumlah besar bersedia menutupi celah tersebut. Sayangnya ECB hingga kini terus menghindari pertanyaan mengenai kemungkinan ini.

Kecanduan utang

Jika menyatakan bangkrut, negara yang jumlah utangnya mencapai hampir 160 persen dari produk domestik bruto tersebut terpaksa hengkang dari mata uang bersama Euro. Athena telah mendapatkan dana penyelamatan sebesar 110 miliar Euro dari Uni Eropa dan IMF sejak tahun 2010. Jumlah tersebut dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan Yunani hingga tahun 2013.

Kini Yunani telah kehabisan dana dan membutuhkan dana penyelamatan kedua. Bulan Oktober lalu, Uni Eropa dan IMF mengkalkulasi kebutuhan Yunani tidak akan lebih dari 130 miliar Euro. Jumlah tersebut sekarang dinilai tidak cukup mengingat situasi ekonomi Yunani yang terus memburuk.

Carissa Paramita/afp/dpa/rtr

Editor: Christa Saloh-Foerster

Laporan Pilihan