1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Yunani Siap Laksanakan Paket Penghematan Ketat

Yunani siap laksanakan paket reformasi tahap pertama. Parlemen di Athena telah menyepakati persyaratan dari donor Eropa yang lebih ketat dibanding sebelum referendum. Tanpa kucuran kredit baru Yunani akan bangkrut.

Kesepakatan dengan suara mayoritas di parlemen Yunani Rabu (15/7) malam atas paket reformasi tahap pertama yang diajukan kreditor Eropa mengandung konsekuensi penerapan program penghematan terbaru sebagai syarat "bailout" tahap ketiga. Paket penghematan bagi program kredit baru itu lebih berat dibanding usulan sebelumnya yang ditolak rakyat pada referendum 5 Juli. Athena antara lain harus menaikkan pajak pertambahan nilai dan mereformasi sistem pensiunnya yang dinilai tidak sesuai kondisi zaman.

Persetujuan parlemen di Athena itu akan membuka jalan bagi pengucuran kredit darurat transisi senilai 7 milyar Euro. Para menteri keuangan negara donor Eropa Kamis (16/7) mulai bersidang membahas tema ini. Jika tidak mendapat kredit darurat segera, Yunani hari Senin (20/7) akan kembali mengalami "default", akibat tidak mampu membayar cicilan utang yang jatuh tempo kepada Bank Senttral Eropa (ECB). Dalam tiga minggu terakhir, Yunani sudah dua kali mengalami default.

Terkait dengan masalah itu, dewan gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt juga mulai bersidang, untuk membahas pengucuran kembali dana segar ke bank-bank Yunani, Langkah ECB ini akan memungkinkan pembukaan kembali operasi bank-bank Yunani yang ditutup selama tiga minggu terakhir ini karena tidak memiliki uang tunai.

Kontroversi Tsipras

Walau begitu, kesepakatan parlemen Yunani untuk menerima paket penghematan ketat sebagai syarat pemberian bailout tahap ketiga dibayangi pernyataan kontroversial PM Alexis Tsipras dan aksi demonstrasi kekerasan kelompok anti Euro.

Dalam sebuah wawancara televisi, Tsipras menyatakan ia dipaksa menerima persyaratan paket bantuan tahap tiga itu. "Saya tahu aksi penghematan itu sangat berat dan tidak akan menguntungkan ekonomi Yunani. Namun tidak ada alternatif lain untuk mencegah bangkrutnya negara kami", tambah Tsipras.

Menanggapi perkembangan krisis di Yunani, menteri keuangan Jerman Wolfgang Schäuble yang paling gigih mengkritik eksistensi Yunani di zona Euro, kembali menegaskan usulannya agar Yunani untuk sementara keluar dari zona Euro. "Ini merupakan cara untuk mendapat penghapusan sebagian utang atau penjadwalan kembali pembayaran utang", ujar Schäuble. Menteri keuangan Jerman itu juga menegaskan, amat sulit bagi Yunani untuk membayar utangnya jika "haircut" atau penjadwalan kembali tidak dilakukan.

Dalam wawancara dengan televisi kanal 1 Jerman ARD, direktur mekanisme stabilitas Eropa ESM, Klaus Regling memperingatkan dampaknya jika perundingan bailout tahap ketiga itu gagal. "Sistem perbankan Yunani akan ambruk. Efeknya tidak hanya akan diderita Yunani, namun akan meluas ke negara-negara pengguna Euro lainnya", ujar Regling. ESM menjanjikan kontribusi 50 milyar Euro dari rencana bailout bernilai total 86 milyar Euro itu.

as/ml(rtr,afp,dpa,ap)

Laporan Pilihan