1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Athen Proteste

6 Mei 2010

Moody's Investor Service, sebuah badan pemeringkat kelayakan kredit, Kamis ini (06/05) mengatakan, krisis utang yang menyelubungi Yunani dapat menular dan mempengaruhi sistem perbankan negara Eropa lain.

https://p.dw.com/p/NFn5
Seorang anggota keamanan berusaha selamatkan diri dari amukan demonstran, Rabu (05/05)Foto: AP

Badan itu mengatakan pula, faktor kunci yang menentukan apakah resiko penularan akan berlanjut adalah sikap pasar terhadap kemungkinan sukses, atau sebaliknya, dari paket bantuan IMF dan Uni Eropa untuk Yunani, yang baru-baru ini disetujui.

Di depan Parlemen, Menteri Keuangan Yunani George Papakonstantinou mengatakan hari Kamis ini (06/05), satu-satunya jalan keluar dari kebangkrutan adalah menerima paket bantuan itu, yang jumlahnya mencapai 110 miliar Euro. Dan prasyarat untuk menerima bantuan adalah menyetujui rencana penghematan tiga tahun, tambah Papakonstantinou kepada anggota parlemen yang hari ini akan melakukan voting.

Paket penghematan yang diajukan pemerintah Yunani mencakup pengurangan gaji pegawai negeri dan pemotongan dana pensiun. Di luar gedung parlemen, demonstran memuntahkan kemarahan. Kalian pencuri, begitu berulang-ulang diteriakkan para demonstran.

Lebih dari 100.000 orang berunjuk rasa di Athena, menolak program penghematan yang direncanakan pemerintahan Papandreou. Aksi unjuk rasa digalang oleh serikat buruh komunis Pame. Tapi banyak diantara demonstran yang sebetulnya bukan pendukung komunis.

Tidak jauh dari gedung parlemen Yunani, mantan anggota parlemen Eropa Kostas Botopulous sibuk di kantor pengacara miliknya. Mogok umum di mana-mana, namun pengacara muda itu tetap bertugas, walau tanpa kehadiran para pegawainya.

"Banyak sekali yang harus saya kerjakan hari ini. Seperti Anda lihat, saya cuma sendirian di kantor. Semua pegawai saya tinggal di rumah karena takut akan dampak kerusuhan, tapi juga karena transportasi publik mogok," kata Kostas Botopulous.

Botopolous adalah anggota partai pemerintah Pasok yang berhaluan sosialis. Ia mendukung paket pengetatan anggaran pemerintah, tapi meski begitu tidak sepenuhnya percaya bahwa Yunani dapat melunasi seluruh hutangnya. Maka, pengalihan hutang akan meruapkan satu-satunya jalan keluar, kata Botopolous, mantan anggota parlemen Eropa.

Tidak mudah bagi Presiden Papandreous dan pemerintahannya. Terlebih setelah kerusuhan Rabu (05/05) memakan korban nyawa. Tiga pegawai bank di pusat kota Athena tewas, setelah bank itu terbakar akibat bom molotov yang dilemparkan sejumlah pengunjuk rasa. Kamis ini (06/05), para pekerja bank Yunani melanjutkan aksi mogok nasional sebagai tanda protes dan duka cita.

Jannis Papadimitriou/Renata Permadi

Editor: Yuniman Farid