1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Yunani Hendaknya Mundur Teratur dari Zona Euro

PM Yunani merusak kepercayaan yang tersisa. Keputusam KTT Eropa ia nilai tidak serius. Donor sulit kucurkan kredit transisi. Ide Grexit kini mencuat lagi. Perspektif Bernd Riegert.

Secercah harapan bagi Yunani yang muncul setelah kesepakatan dengan kreditor zona Euro kini pudar lagi. Pengucuran kredit baru bagi negara yang praktis bangkrut itu bisa dilaksanakan, jika Yunani serius dan dengan cepat melaksanakan reformasi. Tapi apa yang dilakukan PM Alexis Tsipras?

Dalam wawancara televisi, PM Yunani tersebut kembali menuduh mitra perundingan, memaksa dia untuk menandatangani kesepakatan. Reformasi adalah program yang salah, dan ia telah menolaknya. Tapi supaya janji kredit baru milayaran Euro dikucurkan ke Athena kesepakatan langsung diteken, kata Tsipras tanpa emosi.

Muncul pertanyaan: Apakah para kreditor bisa mempercayai Tsipras? Setelah tampilan Tsipras ini, terlihat jelas, bahwa sulit dipastikan kesepakatan yang sudah ia tandatangani, juga akan diterapkan secara serius. Apakah para donor Euro akan bersedia mengucurkan kredit senilai 86 milyar Euro kepada pemerintahan kacau balau ini?

Mereka yang masih mempercayai Tsipras akan benar-benar menerapkan syarat kontrol ketat oleh Troika Eropa, adalah orang yang sangat naiv. Ditambah lagi rakyat Yunani, dalam referendum seminggu sebelum keputusan terbaru dengan donor Eropa, dengan suara mayoritas menetang paket reformasi Eropa.

Opsi mendepak Yunani dari mata uang bersama Euro, dengan menimbang fakta dan realita tersebut, tetap menjadi sebuah pilihan yang realistis. Sebab, dalam kondisi Yunani seperti saat ini, sebuah paket bantuan kredit tahap ketiga, tidak bisa mendapat pembenaran.

Penyebabnya bukan hanya pihak Yunani yang kelihatan tidak punya niat untuk benar-benar memenuhi janjinya. Tapi juga masalah dari pihak lainnya, yakni insititusi pemberi kredit, yang saat ini tidak bisa lagi mencapai kesepakatan. Dana Moneter Internasional sudah menyatakan, Yunani tidak lagi memiliki kelaikan untuk membayar utangnya. Sementara Komisi Uni Eropa memberi penilaian lebih baik.

Riegert Bernd Kommentarbild App

Bernd Riegert koresponden Eropa DW

Komisi Uni Eropa yang ingin mempertahankan Yunani tetap berada dalam zona Euro, mengajukan aturan darurat yang merekayasa aturan zona Euro agar cocok bagi Yunani. Hal ini amat terlihat dalam upaya menggolkan kredit darurat transisi. Uangnya akan dikucurkan dari sebuah yayasan dana bersama, yang sebetulnya sudah tidak eksis. Artinya, ke 28 negara anggota Uni Eropa harus membayar kontribusinya untuk memberi utang Yunani.

Secara teoritis, setiap negara Uni Eropa bisa memberikan kredit bilateral kepada Yunani. Tapi negara mana yang bersedia memberikan uangnya kepada negara "kantong bolong" ini?. Pemerintah di Athena sudah tidak ada yang mempercayai lagi. Kredit transisi untuk memungkinan program bantuan kredit tahap ketiga bisa dilakukan, sejauh ini tidak bisa dijamin bisa dikucurkan.

Bantuan kredit transisi ini tidak bisa diberikan dan tidak akan berfungsi. Negara di zona Euro seharusnya mengorganisir langkah sistematis untuk keluarnya Yunani dari zona Euro. Langkah ini dengan tegas akan menghormati kehendak pemilih di Yunani serta rakyat di negara Eropa lainnya. Pameo mengatakan: harapan mati paling akhir. Artinya suatu saat juga harus mati. Dan bagi harapan Yunani saat kematian itu sudah tiba.

Laporan Pilihan