1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Yunani: Demokrasi Yang Terguncang

Pembunuhan seorang aktivis kiri kejutkan Yunani dan sulut perlawanan dari kubu kiri. Sementara itu, pemerintah berjanji, tidak akan tolerir kekerasan ekstrim kanan.

default

Aksi protes di Athena (18/09/13), di mana terjadi bentrokan dengan polisi

Apakah kelompok ekstrem kanan yang dikenal dengan sebutan "fajar keemasan" jadi dalangnya? Partai-partai menampik dan mengancam akan menuntut wartawan yang berani menulis sebaliknya. Tetapi petunjuk tambah banyak, bahwa pembunuh aktivis kiri di Keratsini, sebuah daerah buruh di luar kota Piraeus, yang mendukung golongan kanan.

Korbannya adalah Pavlos Fyssas, seorang musisi hip-hop yang terkenal di Athena dan aktivis kaum kiri. Ia menonton siaran langsung pertandingan Champions League, antara Olympiakos Piräus melawan Paris St. Germain, di sebuah kafeteria.

Akibat alasan yang tidak jelas, pertengkaran terjadi dengan beberapa pengunjung kafeteria lainnya. Menurut saksi mata, kemudian 15 orang yang menyatakan diri anggota "fajar keemasan" menyerang aktivis berusia 34 tahun itu dan teman-temannya di jalanan. Tak lama kemudian, seorang pria berusia 45 tahun menusuk Fyssas dua kali dengan pisaunya. Pelaku serangan itu sebelumnya tidak berada ke kafeteria. Ia rupanya dipanggil lewat SMS untuk membunuh Fyssas. Demikian keterangan saksi mata.

Nikos Dendias / Griechenland / Minister für öffentliche Ordnung

Nikos Dendias, Menteri Ketertiban Umum

"Diorganisir Hingga Perincian Terakhir"

Pembagian pekerjaan ini saja sudah jadi bukti kriminalitas. Demikian pendapat mantan wakil persatuan hakim Yunani, Konstantinos Logothetis, dalam wawancara di stasiun televisi 'Skai'. Pembunuh sama sekali tidak terlibat pertikaian. Ia hanya didatangkan untuk membunuh. Jadi ia punya dorongan kriminal yang diperlukan, pendidikan serta keinginan untuk membunuh. Demikian dijelaskan mantan hakim berpengalaman itu.

Pembunuhan di Keratsini adalah puncak serangkaian kekerasan bermotif politik, yang mengguncang Yunani. Jumat lalu (13/09/13) dalam bentrokan antara kaum ekstrim kanan dan kiri di Perama, daerah buruh di luar Athena, delapan orang cedera. Akhir pekan lalu, sejumlah ekstrimis kanan menyerbu acara peringatan bagi korban perang sipil Yunani (1946-1949) di Peloponnes, dengan tujuan menyerang pembicara utamanya. Ketua partai ekstrem kanan yang disebut "Yunani Merdeka", Panos Kammenos, menyerukan pendukungnya untuk "menghukum mati" seorang walikota daerah pariwisata di Yunani Utara yang berhaluan sosialis.

Cari Strategi lawan Ekstrim Kanan

Griechenland Ausschreitungen bei Protesten in Keratsini - Athen

Aksi protes di Athena (18/09/13)

Pakar politik Tassos Kokkinidis memperingatkan bahaya polarisasi politik. Ia berpendapat, partai-partai Yunani terutama hanya berusaha melindungi kepentingan jangka pendeknya saja, kata Kokkinidis. Itu tetap lebih penting daripada strategi bersama untuk perangi radikalisme kanan. Padahal "fajar keemasan" jelas organisasi kriminal, ditambahkan Kokkinidis.

Setelah pembunuhan Pavlos Fyssas, Menteri Ketertiban Umum Nikos Dendias, tampil di depan kamera dan berusaha menenangkan rakyat. Ia berjanji, akan memperketat undang-undang yang berkaitan dengan pembentukan perkumpulan kriminal. Tapi ia juga menekankan pentingnya pengertian semua kekuatan politik di Yunani, tentang bagaimana menghadapi fasisme dan kekerasan bermotif politik.

Khawatir Kekerasan Akan Meningkat

Pakar politik Kokkinidis ragu, seruan ini akan diikuti. Partai kiri Syriza, yang jadi kekuatan kedua terbesar di negara itu, menolak perumusan strategi bersama, karena menuduh pemerintah secara tidak langsung ikut bertanggungjawab atas meningkatnya kekerasan, kata Kokkinidis. Ia bahkan khawatir, kekerasan bermotif politik akan meningkat di masa depan. Sekarang saja, di media sosial sudah banyak seruan untuk membalas serangan "fajar keemasan", demikian peringatan analis.

Tassos Kokkinidis / Politikwissenschaftler / Griechenland

Pakar politik Tassos Kokkinidis

Kekhawatirannya tampaknya terbukti. Bentrokan antara demonstran dan polisi terjadi Rabu malam (18/09/13), tidak jauh dari peristiwa pembunuhan di Keratsini. Sejumlah orang cedera akibat insiden itu. Dalam demonstrasi kaum kiri itu, pimpinan kaum kanan, Panos Kammenos juga hadir. Ia diserang kaum kiri dan ikut cedera.

Baru-baru ini petugas urusan HAM dari Dewan Eropa mengusulkan larangan atas "fajar keemasan". Portal internet To Vima melaporkan, sekarang pemerintah Yunani mempertimbangkannya. Yang jelas memerangi ekstrim kanan dengan tindakan politis tidak cukup lagi, kata pemimpin redaksi harian 'Kathimerini', Nikos Xydakis.