1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Yang Muda Yang Berprestasi

Motivasi dan kegigihan sangat diperlukan oleh seorang peneliti yang tengah menjalani riset. Jadi kebayang bagaimana rasanya mendapat pengakuan dalam bentuk penghargaan. Simak kisah peneliti muda berikut.

Pada usia 30 tahun Andrea Ablasser mencapai prestasi luar biasa dalam bidang ilmiah. Dia menemukan mekanisme bagaimana sistem kekebalan tubuh mengenali bibit penyakit.

Sebuah temuan baru yang melambungkan namanya di dunia ilmiah, sekaligus membuatnya dianugerahi hadiah Paul-Ehrlich untuk ilmuwan muda. Andrea Ablasser memaparkan: "Tentu saja saya bahagia, hasil penelitian saya diberi penghargaan. Di baliknya, ada prestasi yang dihargai dan mendapat pengakuan atas kinerja, ini perasaan luar biasa."

MInatnya tergali sejak dini

Sejak 2008 pakar imunologi itu bekerja di Universitas Bonn. Minatnya pada bidang riset kedokteran tergali saat kuliah. Mula-mula dia hendak meneliti penyakit kanker. Tapi pembimbing program Doktoralnya memicu minat pada riset sistem kekebalan tubuh.

Di Rumah Sakit Universitas Bonn riset dasar ini berkaitan erat dengan kedokteran praktik. Dengan begitu pakar imunologi tersebut bisa memanfaatkan sampel dari pasien, untuk menguji hipotesa terkait penyakit secara konkrit. Ablasser sudah melakukan penlitian di Spanyol, Amerika dan Inggris--tapi untuk karirnya, riset di Jerman jauh lebih atraktif. Andrea memaparkan:

"Menurut saya, Jerman sedang melakukan reformasi terkait pendidikan ilmuwan muda. Universitas maupun kalangan ekonomi Jerman kini memahami, amatlah penting mendukung peneliti muda sejak dini, agar jalur kariernya juga menjadi jelas."

Memerangi bibit penyakit

Andrea Ablasser ingin tahu bagaimana sistem kekebalan tubuh bisa mengenali bibit penyakit, dan memeranginya secara terarah. Dalam ujicobanya ia bisa menjelaskanan mekanisme imunitas bawaan, menemukan sebuah unsur baru pembawa pesan dan sebuah sensor, yang meneruskan informasi ke sel-sel tetangga, mengenai ancaman bahaya. Itulah yang memicu reaksi imunitas segera. Andrea menjelaskan: "Kami bisa diibaratkan melakukan riset mata-mata industri. Kami ingin mengetahui : bagaimana alam berfungsi? Dan menghendaki mekanisme ini diterapkan dalam kerangka pengobatan."

Tapi dalam waktu dekat Ablasser akan pindah ke Sekolah Tinggi Teknik di Lausanne, Swiss. Di sana bekerja pasangan hidupnya. Sebagai Asisten-Professor dia bisa membentuk sebuah kelompok kerja mandiri. Diungkapkannya: "Di satu sisi saya senang, tapi di sisi lain menaruh respek. Sebab tanggung jawabnya berbeda. Tapi bagi saya ini akan sangat menarik, membuat hidup tetap bergairah."

Ablasser akan tetap menggeluti riset sistem kekebalan tubuh, dengan meneliti sel-sel yang terlibat dalam mekanisme tersebut. Sebab sejauh ini masih banyak pertanyaan yang belum terjawab. Sebuah peluang bagus, untuk meraih penghargaan bergengsi berikutnya.

Laporan Pilihan