1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Xi Jinping, Idola Baru Partai Komunis Cina

24 Oktober 2017

Partai Komunis Cina (PKC) mengabadikan pemikiran politik Presiden Xi Jinping ke dalam konstitusi partai, menempatkan Xi pada peringkat yang sama dengan Mao Zedong dan Deng Xiaoping.

https://p.dw.com/p/2mNjE
China Kongress der Kommunistischen Partei Xi Jinping
Foto: Reuters/J. Lee

Pada penutupan Kongres Nasional di Beijin, PKC dengan suara bulat mengeluarkan amandemen untuk memasukkan "Pemikiran-Pemikiran Xi Jinping tentang Sosialisme dengan Karakteristik Tionghoa untuk Era Baru" menjadi salah satu prinsip panduan. Amandemen ini menjadikan Xi Jinping berada sederajat dengan pendiri Cina Mao Zedong dan tokoh reformasi PKC Den Xiaoping. Kongres Nasional ke-19 PKC diakhiri Selasa siang setelah berlangsung selama seminggu sejak 18 Oktober lalu.

PKC akan mengumumkan susunan anggota baru Komite Sentral ke-19 partai komnunis dan anggota baru Komisi Sentral Pengawasan Disiplin partai (CCDI) hari Rabu (25/10). Komite Sentral saat ini terdiri dari tujuh orang. PKC juga akan memilih Sekretaris Jendral yang baru, posisi puncak dalam partai ini.

China Symbolbild Xi Jinping und Mao
Xi Jinping kini disandingkan dengan Pemimpin Besar Mao ZedongFoto: Getty Images/Feng Li

Para analis sepakat, Xi Jinping akan terpilih kembali sebagai Sekretaris Jendral PKC yang membukakan jalan baginya untuk tetap menjadi presiden Cina sampai 2022.

Langkah mantapkan kekuasaan Xi

Penobatan pemikiran-pemikiran Xi Jinping kedalam konstitusi partai dipandang sebagai langkah besar untuk memperkuat kekuasaannya sebagai orang nomor satu di negara itu. Tidak ada pemimpin lain yang memiliki acuan ideologis yang masuk ke dalam konstitusi PKC selain Mao Zedong dan Deng Xiaoping. Nama Deng ditambahkan setelah kematiannya pada tahun 1997.

Pendahulunya Xi, Jiang Zemin dan Hu Jintao, juga melakukan amandemen konstitusi partai dan memasukkan pemikiran mereka, namun nama mereka tidak dimasukkan ke dalam konstitusi partai.

China Peking Kommunistischer Parteitag Xi Jinping
Xi Jinping diyakini akan terpilih lagi jadi Sekjen Partai Komunis Cina dan berkuasa sampai 2022Foto: picture-alliance/AP Photo/N. Han Guan

Jiang Zemin ketika itu memperkenalkan pemikiran "tiga perwakilan" dengan merangkul pengusaha swasta, sementara Hi Jintao memasukkan doktrin ekonominya tentang "pengembangan ilmiah".

Konsolidasi kekuatan dengan cepat

Kongres Nasional PKC sudah memberi Xi Jinping gelar "pemimpin inti" tahun yang lalu untuk memperkuat posisinya menjelang Kongres Nasional Partai Komunis yang diadakan setiap lima tahun.

Xi Jinping berhasil mengkonsolidasikan kekuatan dengan cepat sejak memegang kepemimpinan PKC akhir 2012 lalu, dan kemudian menjadi presiden pada tahun berikutnya.

Kongres Nasional PKC diikuti 2.280 anggota delegasi yang mewakili hampir 90 juta anggota dan 4,5 juta organ partai dari seluruh Cina dan diliput wartawan internasional dari lebih 130 negara.

hp/as (rtr, afp, ap)