1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

WHO: Krisis Ebola Terlalu Diremehkan

Menurut badan kesehatan dunia (WHO), skala epidemi Ebola di barat Afrika harus dianggap lebih serius dan diperlukan upaya luar biasa untuk bisa mengendalikan penyakit tersebut.

Dalam pernyataannya hari Kamis (14/08), WHO --organisasi yang bermarkas di Jenewa ini--mengkoordinasi "upaya besar-besaran untuk meningkatkan respon internasional", dalam memerangi epidemi Ebola sejak ditemukan empat dekade lalu.

"Staf di kawasan yang terkena wabah menemukan bukti bahwa jumlah kasus dan korban tewas yang dilaporkan tidak menggambarkan betapa besarnya skala epidemi tersebut." WHO menambahkan, jumlah korban tewas kini mencapai jumlah 1069. Sierra Leone, Liberia dan Guinea di pusat epidemi.

Korban keempat meninggal di Nigeria, Kamis (14/08). Amerika Serikat memerintahkan evakuasi keluarga diplomat dari Sierra Leone dan para pengamat memperingatkan beban ekonomi dari kawasan yang menjadi korban.

"Wabah ini akan berlanjut untuk sementara waktu. Rencana respon operational WHO akan berjalan selama beberapa bulan," tegas WHO.

Kamis (14/08), dirjen WHO Margaret Chen berbicara dengan kelompok perwakilan misi PBB di Jenewa. Tujuan pertemuan tersebut adalah "mengidentifikasi kebutuhan yang paling mendesak di negara-negara terkait dan mencarikannya dukungan internasional yang sesuai secara cepat", demikian WHO.

"Langkah ini sejalan dengan pengakuan akan dibutuhkannya langkah yang luar biasa dengan skala besar untuk bisa mengendalikan wabah di kawasan yang warganya dilanda kemiskinan ekstrim, tidak memiliki sistem kesehatan yang berfungsi, kekurangan dokter dan ketakutan akan penyakit yang merajalela", tandas WHO.

vlz/ap (ap, rtr)

Laporan Pilihan