1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Piala Dunia 2014

Warga Keturunan Asing Turut Bangga dengan Timnas Jerman

Banyak warga pendatang turut menunjukkan dukungannya bagi timnas Jerman dengan memasang bendera, umbul-umbul atau simbol lainnnya di mobil atau toko mereka.

default

Suporter Jerman yang menyaksikan laga tim mereka di public viewing

Konvoi mobil yang ramai membunyikan klakson menjadi pemandangan biasa di jalanan Jerman pekan-pekan belakangan. Tak hanya warga Jerman yang berpesta merayakan sukses tim Panser di ajang sepak bola terbesar dunia ini.

Di Sonnenalle, salah satu jalan utama di kawasan Neukölln, Berlin, terlihat sebuah bendera Jerman ukuran raksasa. Bendera berukuran dua puluh kali lima meter ini terbentang dari sebuah balkon di tingkat atas gedung bertingkat. Pemandangan yang cukup unik di kawasan kota yang kebanyakan penduduknya adalah keturunan Turki dan Arab. Reaksi warga di Neukölln rata-rata positif.

"Bendera ini melambangkan kesatuan, kebebasan dan negara hukum Jerman, negara ini adalah negara multi budaya, saya juga lahir di Berlin," demikian tutur seorang pemuda keturuan Turki.

Bendera raksasa yang menghias gedung bertingkat di Neukölln dipasang Badr Muhammed dan sepupunya Yusuf Basal asal Libanon. Mereka memiliki toko bahan pangan di lantai dasar gedung tersebut. Badr Muhammed bercerita, seluruh keluarganya pecinta bola, dan mereka sepenuh hati mendukung timnas Jerman.

"Keluarga saya sangat bangga melihat penampilan timnas Jerman di Piala Dunia. Kami terdorong untuk mengungkapkan perasaan ini dengan memasang bendera sebagai simbol dukungan bagi timnas dan juga Jerman yang sudah menjadi bagian identitas kami," Badr Muhammed mengatakan alasan pemasangan bendera raksasa ini.

Ternyata, tak semua orang memandang positif ungkapan rasa bangga akan prestasi timnas Jerman dengan memasang bendera raksasa ini. Bagi sebagian orang, ini dinilai sebagai sikap nasionalis berlebihan yang terlalu mengingatkan pada zaman kekuasaan Hitler dan Nazi. Di era itu, mengibarkan bendera hitam, merah dan emas berarti seruan untuk mulai perang. Badr Muhammed diancam pegiat ekstrem kiri Jerman yang mengancam akan menurunkan bendera tersebut.

"Mereka mengatakan, tak seharusnya kami memasang bendera besar ini karena terlalu mengingatkan para era Nazi. Saya menolak cara berpikir itu, bagi kami memasang bendera adalah bukti bahwa kami mendukung negara, di mana kami dilahirkan dan dibesarkan. Kami adalah warga Jerman dan kami bertekad untuk mendukung timnas kami," kukuh Badr.

Untuk menunjukkan bahwa ini tak semata kata-kata kosong, anggota keluarga asal Libanon ini akan menjaga bendera Jerman, bila perlu dengan silih berganti ronda malam, selama tim Panser masih berlaga di kancah Piala Dunia.

Uwe Hessler/Ziphora Robina
Editor: Yuniman Farid