1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Warga Afghanistan Hampir Putus Harapan

Bagi kebanyakan warga Afghanistan pembangunan kembali yang dijalankan sampai sekarang tidak memuaskan.

default

Sebuah instalasi air di Kunduz untuk mendapatkan air minum bersih. Proyek ini didanai oleh bantuan internasional.

Bila menanyakan warga Afgahnistan di jalanan mengenai program pembangunan kembali yang dijalankan selama ini, maka jawaban yang sering didapat adalah negatif. Di bagian utara Afghanistan misalnya, dimana situasi keamanannya lebih baik, nada jawabannya lebih optimis. Sedangkan di selatan, warganya sudah putus harapan. Seorang warga Kunduz di timur laut Afghanistan mengutarakan isi hatinya, "pembangunan kembali bukan berarti hanya membangun kembali sebuah kota. Tetapi membangun pabrik atau menciptakan lapangan kerja. Itu juga seharusnya dibangun kembali. Orang-orang harus dapat menafkahi anak-anak dan keluarga mereka. Sedikitnya pabrik yang seharusnya dibangun. Sehingga sayapun bisa bekerja di sana. Di sini, dimana ada pekerjaan? Coba Anda tunjukkan saya!“

Pemerintahan Presiden Hamid Karzai, yang oleh banyak warga Afghanistan dianggap korup, tidak berhasil menggunakan bonus kepercayaan yang diperoleh di awal masa pemerintahannya. Presiden Afghanistan, yang oleh kebanyakan dipandang sebagai „raja“, nampaknya tidak berhasil meyakinkan rakyatnya, hidup mereka akan membaik. Seorang pedagang jalanan di Kabul menuturkan, "tidak ada yang membantu kami. Saya tetap akan menjadi pedagang asongan, seperti dulu saja. Siapapun yang menjadi raja, situasi saya tidak akan berubah.“

Terutama di kawasan perang di selatan Afghanistan, warganya semakin kehilangan kesabaran. Said Wali, seorang pengusaha dari Kandahar menceritakan, bahwa kehidupan di kawasan tersebut tidak berubah sama sekali. Said Wali, "di awal pemerintahan baru kami menaruh banyak harapan. Namun kini, kami tidak ada harapan lagi. Setiap hari kami mendengar di berita, bahwa begitu banyak uang diupayakan untuk Afghanistan. Tetapi, tidak terjadi apa-apa. Dalam hidup kami tidak ada perubahan besar.“

Berdasarkan keterangan resmi, hingga kini sedikitnya 36 milyar dolar AS dikucurkan dari luar negeri ke Afghanistan. Terutama di kawasan, dimana situasi keamanannya dapat dikatakan cukup stabil, dana tersebut diinvestasikan untuk infrastruktur. Seperti di kota Mazar-e-Sharif yang terletak di barat laut Afghanistan. Di sini warganya cukup optimis.

"Proses pembangunan kembali di kota Mazar-e-Sharif cukup memuaskan. Kami betul-betul senang. Mengingat masa perang dulu yang kami alami, pembangunan kembali betul-betul baik.“

Tetapi tidak semua warga Mazar-e-Sharif puas seperti Obeydullah Shams tadi. Haji Mumin misalnya, mengritik bahwa masyarakat internasional menggunakan dana bantuan terutama untuk instalasi keamanan. Haji Mumin, "menurut saya, proses pembangunan kembali dilaksanakan tidak sesuai dengan situasi yang ada. Jalanan memang dibangun, tetapi hanya sampai ke tahap tertentu. Tetapi, terutama di daerah, sama sekali tidak dilakukan pembangunan kembali. Di sana semuanya masih terlihat tua, usang dan tidak terawat. Memang di beberapa tempat dibangun kantor polisi baru. Tetapi, jalanannya masih rusak dan jembatannya tidak dapat digunakan.“

Tantangan konferensi Afghanistan adalah mengubah penilaian warga Afghanistan terkait pembangunan kembali di negaranya. Sekaligus memberikan harapan baru.

Mehnosch Entezari / Andriani Nangoy

Editor: Hendra Pasuhuk