1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Wakil Kanselir Jerman Ajak Eropa Perangi Politik "Jangka Pendek" Amerika

Jerman melancarkan serangan verbal terhadap Presiden AS Donald Trump terkait sikapnya perihal perubahan iklim, keamanan dan pengungsi. Politik Trump dinilai mengancam keamanan di Eropa.

Jerman melancarkan serangkaian serangan verbal terhadap Presiden AS Donald Trump, menyusul kebijakan "jangka pendeknya" yang "memperlemah koalisi barat" dan mencederai kepentingan Eropa. "Siapa yang tidak memerangi politik semacam ini, maka ia ikut bertanggungjawab."

Ujaran tersebut diungkapkan Menteri Luar Negeri yang sekaligus juga menjabat Wakil Kanselir Jerman, Sigmar Gabriel, Senin (29/5) setelah lawatan Trump ke Arab Saudi, Israel, Belgia dan Italia pekan lalu. Gabriel bereaksi atas kritik kaum konservatif AS terhadap pernyataan Kanselir Jerman, Angela Merkel bahwa Eropa "tidak lagi bisa mengandalkan" aliansi lama, yakni Amerika Serikat dan Inggris.

"Saya mengalaminya sejak beberapa hari terakhir," ujar Merkel merujuk pada KTT G7 di Italia yang gagal menelurkan pernyataan dukungan pada konvensi untuk mengerem dampak perubahan iklim dan nasib pengungsi lantaran blokade Amerika Serikat.

Eropa dipaksa untuk hadapi risiko besar

Gabriel mengatakan "setiap orang yang mempercepat perubahan iklim dengan memperlemah aksi perlindungan lingkungan, yang menjual senjata di kawasan konflik dan tidak berniat menyudahi konflik keagamaan, berarti menempatkan Eropa dalam risiko besar."

Trump sebelumnya menyepakati penjualan senjata terbesar dalam sejarah AS dengan nilai 110 miliar Dollar AS saat melawat ke Arab Saudi. Paket perdagangan tersebut mencakup kapal perang, tank dan sistem pertahanan berbasis peluru kendali.

"Kebijakan pemerintah AS yang berjangka pendek bertentangan dengan kepentingan Uni Eropa," kata Gabriel, sembari menambahkan "koalisi barat kini semakin kecil, atau setidaknya semakin lemah." Menurut dia, Amerika Serikat "tidak lagi bisa dianggap negara penting."

"Eropa harus berjuang untuk perlindungan iklim, mencegah perdagangan senjata dan memerangi fanatisme agama. Jika tidak Timur Tengah dan Afrika akan semakin tidak stabil," imbuhnya.

Trump meninggalkan kesan tak sedap kepada Jerman saat berkunjung ke Eropa. Ia dikabarkan menyebut "kebijakan perdagangan Jerman sangat buruk," dan mengritik sikap Berlin yang enggan meningkatkan anggaran pertahanan menjadi 2% seperti yang disyaratkan untuk semua anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara-NATO.

Merkel sebaliknya berdalih, bantuan kemanusiaan yang dikucurkan untuk menjaga stabilitas di negara-negara rawan konflik juga termasuk bagian dari doktrin pertahanan NATO.

rzn/yf (afp,rtr,dpa)

Laporan Pilihan