1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Vonis 188 Bulan bagi Perencana Pembunuhan Obama

Seorang warga Uzbekistan yang merencanakan untuk membunuh Presiden AS Barack Obama dijatuhi hukuman hampir 16 tahun penjara. Ulugbek Kodirov berencana akan membunuh Obama selama kampanye pemilihan presiden.

Pihak berwenang Amerika Serikat mengatakan, Kodirov telah teradikalisasi melalui internet dan ia meyakini bahwa ia bertindak bagi Gerakan Islam Uzbekistan, kelompok militan yang dinilai AS sebagai organisasi teroris. “Kasus ini menjadi cotoh bagaima remaja dapat menjadi radikal karena informasi yang keliru dan propaganda yang mereka lihat di internet,” dikatakan asisten jaksa Michael Whisonant.

Hakim Abdul Kallom, yang menjatuhi hukuman 188 bulan penjara kepada Kodirov, mengatakan bahwa hukuman ini merupakan upaya pencegahan, “Kami harus mengirimkan pesan yang kuat kepada siapapun yang membiarkan dirinya termakan propaganda bahwa mereka akan menghadapi hukuman berat.”

Ulugbek Kodirov ditangkap awal Juli lalu di sebuah motel di Alabama, saat melakukan transaksi pembelian senjata, berupa senapan otomatis dan empat granat, dengan seorang agen rahasia yang menyamar. Kodirov berencana menggunakan senjata tersebut untuk membunuh presiden, dikatakan seorang pejabat.

Kodirov, yang berusia 22 tahun, tiba di Amerika Serikat menggunakan visa belajar. Namun visa belajar baginya dicabut pada bulan April 2010 setelah ia gagal untuk mendaftar pada sekolah medis, seperti yang direncanakan, karena kemampuan bahasanya tidak cukup. Lance Bell, pengacara yang mendampingi Kodirov, menyebutnya sebagai “anak muda kesepian dengan laptop”.

Di depan sidang pengadilan, dalam Bahasa Inggris yang terbata-bata, Kodirov menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan yang ia lakukan. Lance Bell menyatakan bahwa Kodirov mengaku bersalah dan bertanggungjawab atas tindakkannya.

yf (afp/rtr)