1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosbud

Video: Pria Inggris Hardik Ibu Menyusui di Kereta

Sebuah eksperimen sosial di Inggris ingin mengungkap presepsi publik tentang ibu menyusui di depan publik. Hasilnya adalah sebuah debat sengit di kereta yang memicu situasi tegang dan agresif.

Betapa masyarakat Eropa masih terbelah soal perilaku ibu menyusui bayinya di depan umum, terlihat dari sebuah eksperimen sosial yang diunggah oleh Trollstation via Youtube.

Adegan yang melibatkan seorang aktris dan aktor dalam debat sengit di dalam kereta bawah tanah itu dibuat untuk mengungkap reaksi publik terhadap serangan verbal yang ditujukan kepada ibu menyusui.

Suasana damai di dalam kereta mendadak berubah ketika aktor James Slattery mendadak menegur aktris Amina Maz yang memerankan seorang ibu saat sedang menyusui bayinya sendiri.

"Permisi, anda tidak sedang menyusui bayi, kan?" Tanya Slattery dengan nada meninggi.

"Iya benar. Apakah anda punya masalah?" Jawab sang ibu.

Lalu Slattery mulai memarahi sang aktris dengan alasan perilakunya menyusui bayi di depan umum tidak sopan, bahwa ia merasa tidak nyaman dan perusahaan kereta harus menyediakan gerbong khusus untuk ibu menyusui.

Penumpang yang terjebak dalam eksperimen tersebut menunjukkan reaksi beragam. Seorang perempuan muda yang duduk di dekat kedua peraga segera meninggalkan kereta. Sementara seorang laki-laki secara sengaja duduk di antara Slattery dan Amina Maz, serta menegur sang aktor bahwa ia sedang "bersikap agresif."

Penumpang lain yang awalnya bersikap pasif mulai menujukkan reaksi ketika Slattery meminta Maz pindah ke gerbong lain. Mereka menyebut sang aktor lah yang salah dan Amina Maz boleh menyusui bayinya di manapun ia suka.

Menyusui bayi di depan umum menjadi isu hangat di Eropa, terutama sejak muncul protes yang menguat dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah restoran dan toko-toko perbelanjaan di Inggris bahkan mempertimbangkan larangan menyusui buat ibu.


rzn/as (dari berbagai sumber)

Laporan Pilihan