1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosbud

Video: Bocah Indonesia Joey Alexander Masuk Grammy

Satu sejarah bagi dunia musik Indonesia. Pianis jazz dari Indonesia, Joey Alexander yang masih berusia 12 tahun, menjadi kandidat penerima penghargaan bergengsi industri musik di Amerika Serikat, Grammy Awards.

Bocah musisi ajaib Joey Alexander sebelumnya telah disorot publik musik Amerika Serikat lewat album perdananya “My Favorite Things”. Album yang dirilis pada Mei 2015 ini diproduksi oleh Jason Olaine, yang menyabet penghargaan Best Jazz Instrumental Album dalam Grammy Awards 45 tahun 2003.

Lewat albumnya ini, Joey Alexander dinominasikan dalam dua kategori: "Best Jazz Instrumental Album" (My Favorite Things) dan "Best Improvised Jazz Solo" (untuk lagu "Giant Steps" dalam album My Favorite Things). Dalam Grammy ke-58 tahun ini, National Academy of Recording Arts and Sciences akan memberikan penghargaan untuk 83 kategori dari berbagai aliran musik, termasuk jazz, pop, rock, RnB, country dan alternatif.

Kepiawaian bocah bernama lengkap Joey Alexander Sila ini telah diulas di berbagai media Amerika, termasuk surat kabar The New York Times dan Daily Telegraph, televisi CNN, WCBS dan NBC News serta majalah musik Down Beat.

Musik dikenal Joey sejak usia enam tahun. Ia belajar bermain musik jazz secara otodidak. Penghargaan pertama ia raih pada usia 9 tahun. Dalam kompetisi music jazz Master Jam Fest di Odessa, Ukraina, ia memenangkan Grand Prix Award.

Sementara konser perdananya ia lakoni pada Desember 2011. Atas undangan UNESCO, Joey tampil di depan publik, yang juga dihadiri musisi jazz legendaries Amerika, Herbie Hancock. Setelah kepiawaian bermain pianonya dilirik banyak musisi jazz kondang, Joey diundang tampil di berbagai ajang bergengsi, termasuk Montreal Intenational Jazz Festival.

Laporan Pilihan