1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Olahraga

Vettel Kembali Pertahankan Gelar Juara Dunia

Sebastian Vettel raih gelar juara dunia Balapan mobil Formula 1 untuk ketiga kalinya, setelah tuntaskan seri pamungkas musim ini di sirkuit Paulo, Brasil, dalam balapan yang dramatis dan menegangkan.

Sebastian Vettel buktikan, dia pembalap Formula 1 terbaik saat ini. Dalam balapan di Sao Paulo yang diguyur hujan lebat dan diwarnai insiden sejumlah kecelakaan, pembalap mobil Formula 1 asal Jerman itu berhasil mencetak hattrick juara dunia Formula 1.

Dalam Grand Prix terakhir musim 2012 di Brasil itu, Vettel yang menunggang mobil balap Toro Rosso masuk finish di posisi ke 6. Sementara pesaing terdekatnya, pembalap Spanyol, Fernando Alonso dari Scuderia Ferrari walau masuk finish di posisi kedua, kalah tipis pengumpulan angka keseluruhan dari Vettel.

Formel 1 Großer Preis von Brasilien

Grand Prix di Brasil yang diwarnai sejumlah kecelakaan, hujan lebat dan hasil dramatis.

Dalam musim balapan 2012 Sebastian Vettel seluruhnya mengumpulkan 281 poin, sementara Alonso 278 poin. Tiga selisih poin yang memastikan pembalap kubu Red Bull itu kembali jadi juara dunia.

Balapan pamungkas di sirkuit Sao Paulo itu, bagi Vettel adalah kumpulan kesialan, kesalahan teknis dan beragam kemacetan. Baru saja balapan dimulai, mobil Vettel terlibat dalam tabrakan. Ia harus start dari jajaran paling belakang. Setelah itu kesalahan teknis pemilihan ban, ditambah macetnya ban depan ketika akan diganti. Tapi dari posisi paling buncit, pembalap Jerman itu menunjukkan tekad sekeras baja dan menyodok ke posisi, cukup untuk memkadikannya juara dunia ketiga kalinya.

Pembalap Favorit

Sebelum balapan Formula 1 musim 2012 digulir, pembalap Jerman Sebastian Vettel difavoritkan akan dapat mempertahankan gelar juara dunia. Namun setelah melewati beberapa sirkuit, tampaknya pembalap tim Red Bull ini tidak memiliki peluang lagi menjadi juara.

Setelah sempat tertinggal angka dari pembalap Spanyol, Fernando Alonso, menjelang akhir musim Vettel melesat maju dengan menjuarai empat Grand Prix di Asia. Dan di akhir musim, Vettel kembali tampil di podium sebagai juara dunia – tiga kali berturut-turut.

Sebastian Vettel dengan demikia menorehkan namanya dalam daftar pembalap besar yang berhasil menjuarai Formula 1 tiga kali berturut-turut. Namanya kini disejajarkan dengan pembalap Argentina Juan Manuel Fangio, yang antara tahun 1954 dan 1957, empat kali menjadi juara dunia dan dengan Michael Schumacher, juara dunia lima kali berturut (2000 – 2004).

Formel 1 Südkorea Vettel

Vettel berhasil merajai sirkuit di Asia, salah satunya ketika tampil sebagai juara Grand Prix di Korea Selatan (14/10/12)

Dan Sebastian Vettel merupakan pembalap ke sembilan yang berhasil menjadi juara dunia Formula 1 sebanyak tiga kali, dengan catatan sebagai pembalap termuda. Vettel yang kini berusia 25 tahun 145 hari berhasil memecahkan rekor yang dipegang pembalap Brasil Ayrton Senna, yang merebut gelar juara dunia ke tiganya dengan usia lebih dari enam tahun dibanding usia Vettel sekarang. Seperti halnya Senna, pemegang rekor juara dunia Michael Schumacher meraih gelar ke tiganya di usia 31 tahun. Sementara Juan Manuel Fangio meraihnya di usia 44 tahun.

Musim yang Menegangkan

Menurut Vettel musim 2012 ini merupakan musim yang menegangkan. “Untuk para fans, ini adalah balapan Formula 1 terbaik sejak bertahun-tahun,“ dikatakannya. “Tetapi secara pribadi, kadang saya berharap musim ini berjalan membosankan.“ Baru di akhir musim Sebastian Vettel menunjukkan prestasi yang ditunjukkannya musim lalu.

Menurut penilaian para pengamat, Grand Prix Abu Dhabi pada 4 November 2012 merupakan balapan terbaik Vettel. Setelah kesalahan yang dilakukan timnya saat pengisian tangki, ia kembali ke arena sebagai pembalap paling akhir. Setelah menabrak rambu, kembali ia harus masuk pit lane dan kembali harus berada paling belakang. Di akhir balapan, Vettel tampil sebagai juara ke tiga. Comeback Vettel di akhir musim ini didahului dengan empat kemenangan di Asia. Sebelumnya, dari 13 Grand Prix, Vettel hanya mampu menjuarai satu balapan.

Pembalap Muda Penuh Prestasi

Vettel dilahirkan di kota Heppenheim, negara bagian Hessen, Jerman, pada tahun 1987. Ia mengenal sirkuit balapan dari ayahnya, yang mengenali bakat Vettel sejak dini. Ketika berumur tiga tahun, Sebastian sudah mencoba duduk di belakang kemudi gokar.

Vettel memulai karir balapannya ketika berusia tujuh tahun, mengikuti balapan gokar dan memboyong berbagai gelar juara junior. Saat berumur 12 tahun, Sebastian Vettel diambil tim Red Bull untuk mengikuti pendidikan calon pembalap. Kemudian ia beralih ke tim BMW dan memenangkan 18 dari 20 balapan pada musim 2004.

Dalam debut Formula 1 -nya tahun 2007 di Indianapolis, pada usia 19 tahun Vettel menjadi pembalap termuda yang berhasil meraih nilai. Pada 2008 dalam Grand Prix Italia ia menjadi pemenang termuda di arena Formula Satu. 2009 gelar juara dunia hampir diraih Vettel. Kerusakan teknis pada mobilnya dan kekeliruan yang dilakukannya membuatnya terjungkal dari posisi atas. Pada tanggal 14 November 2010, di usia 23  tahun dan 134 hari Vettel menjadi juara dunia termuda. Tahun 2011 dan 2012 ia mempertahankan gelar juara dunia dan dengan begitu mengukir sejarah dalam Formula 1.

“Saya tidak percaya bahwa seseorang dapat mencapai begitu banyak dalam waktu singkat. Kita akan lihat seberapa jauh lagi,” dikatakan anggota tim Red Bull Helmut Marko. Disiplin, keyakinan akan kekuatan sendiri, kepercayaan pada tim dan pengetahuan yang luas, menurut Helmut Marko, merupakan kualitas yang dimiliki Vettel untuk mencapai tahta Formula 1.

Di waktu luangnya, fans klub Bundesliga Eintracht Frankfurt ini gemar bermain sepak bola. Selain itu ia pun menyukai badminton, tenis dan squash, snowboarding dan bersepeda. Grup musik favoritnya adalah Beatles dan Deep Purple.

Tahun 2010, Vettel dinobatkan sebagai olahragawan Jerman terbaik. Pada tahun yang sama, Dewan Kota Heppenheim mengangkatnya sebagi warga kehormatan. Saat ini, Vettel tinggal di sebuah peternakan di Swiss. Dan tidak seperti banyak rekan pembalap lainnya, Vettel tidak memiliki seorang manajer. Ia mengatur sendiri seluruh urusan bisnisnya.