1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Van Kirk, Pembom Hiroshima Terakhir

Theodore Van Kirk meninggal pada usia 93 tahun pada 28 Juli 2014 di sebuah panti jompo di Stone Mountain, AS. Ia berusia 24 tahun saat bertugas sebagai navigator Enola Gay.

6 Agustus 1945, pesawat Enola Gay yang membawa Van Dirk mengudara di atas Hiroshima.

Pukul 8:16 waktu setempat, bom atom Little Boy mengguncang Hiroshima. Sekitar 140.000 orang - setengah dari populasi kota pelabuhan ini – tewas akibat bom atom pertama dalam sejarah yang digunakan dalam peperangan ini. 70.000 diantaranya tewas seketika. Tiga hari kemudian, bom atom ke dua dijatuhkan di Nagasaki, yang diperkirakan menewaskan 70.000 sampai 80.000 jiwa.

Van Kirk pernah mengatakan bahwa bom atom tersebut membuatnya “merasa lega”, karena telah mengakhiri perang dan menghindarkan Amerika Serikat untuk melakukan invasi yang dapat menelan biaya besar serta korban jiwa yang banyak dari pihak Amerika. Van Kirk juga yakin bahwa bom atom telah menyelamatkan Jepang dan Amerika dari kemungkinan jatuhnya korban jiwa lebih besar akibat perang .

“Pengalaman Perang Dunia II menunjukkan bahwa perang tidak menyelesaikan apa-apa. Dan senjata atom tidak menyelesaikan apa-apa,” dikatakan Van Kirk kepada kantor berita Associated Press dalam wawancara di tahun 2005. “Menurut pendapat saya pribadi, sebaiknya tidak ada bom atom di dunia. Saya menghendaki semua dimusnahkan. “

“Tapi jika sesorang memilikinya, saya ingin punya satu lebih banyak dari musuh saya,” ditambahkannya.

Satu tahun setelah Perang Dunia II berakhir, van Kirk meninggalkan dinas militer. Ia kemudian kuliah teknik kimia dan kemudian bekerja untuk salah satu perusahaan kimia terbesar dunia DuPont sampai tahun 1985.

yf/ab (dpa/afp/rtr)

Laporan Pilihan