1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosbud

Untuk Hadiah Natal Warga Jerman Tak Ingin Berhemat

Perayaan Natal di beberapa negara termasuk di Jerman adalah perayaan terbesar dalam setahun. Perayaan Natal tidak hanya disemarakkan pohon Natal dan kebaktian tetapi juga disemarakkan oleh kado Natal.

default

Dekorasi sebuah pusat perbelanjaan di Berlin

Kado-kado natal itu biasanya di taruh di bawah pohon Natal yang dibuka oleh penerimanya pada malam kudus, yaitu tanggal 24 Desember. Pemberi hadiah tentu ingin hadiahnya menjadi sesuatu yang berkesan bagi penerimanya. Maka upaya toko-toko dan pusat perbelanjaan yang bersolek untuk menarik minat konsumen sejak awal bulan Desember menjadi sangat penting.

Produsen barang, toko-toko, pusat perbelanjaan gencar mengiklankan barang mereka dengan berbagai cara, baik berupa baliho, pataka, brosur-brosur yang dilayangkan ke kotak pos tiap rumah atau iklan-iklan melalui berbagai stasiun radio dan televisi. Iklan-iklan komersial terkait Hari Raya Natal sangat beragam mulai dari iklan sebuah bakeri kecil, jasa pelayanan hari raya natal sampai iklan mobil.

Duapertiga masyarakat Jerman tidak ingin berhemat dalam hal belanja natal. Tujuh persen dari mereka bahkan bersedia merogoh kocek lebih dalam. Tahun 2009 lalu pengeluaran masyarakat Jerman untuk belanja Natal tidak berbeda dengan tahun sebelumnya. Buku, baju, alat-alat elektronik mendominasi penjualan sebagai kado natal disusul film dan musik unduhan.

Menurut jajak pendapat, 60 persen masyarakat Jerman merencakan pengeluaran belanja Natal yang sama jumlahnya dengan tahun lalu. Hanya 26 persen yang berhemat tahun ini atau tidak lag memberi kado dalam jumlah besar.

Selain berbelanja langsung di toko-toko, pusat perbelanjaan atau di pasar Natal, toko-toko halaman maya seperti Amazon atau E-Bay sudah sejak beberapa tahun menjadi alternatif tempat berbelanja. Dengan iming-iming tidak perlu berdesak-desakan atau waktu belanja yang terbatas dan barang yang diantar sampai ke pintu rumah, tahun 2009 lalu penjualan sebuah toko internet bisa mencapai omset sampai 36 persen.

Walau demikian belanja langsung dengan bisa melihat, memegang dan membaui barang dan barang yang hendak dibeli, bagi banyak orang tetap menyenangkan. Untuk menghindari kepadatan di pertokoan, banyak pembeli sudah sejak jauh-jauh hari membeli kado dan barang-barang keperluan hari raya Natal.

Rara Tauchmann

Editor: Renata Permadi