1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Uni Eropa Terapkan Sanksi Baru terhadap Suriah

Kekerasan berkepanjangan di Suriah menyebabkan para menlu Uni Eropa kembali memutuskan sanksi lebih keras untuk negara itu. Konkretnya ada dua tindakan.

Pertama, para menteri luar negeri 27 negara Uni Eropa memutuskan di Luksemburg untuk meningkatkan pembatasan ekspor ke Suriah, yang bisa digunakan rezim untuk menindas kaum oposisi. Kedua, pelarangan ekspor barang mewah Uni Eropa ke Suriah. Kedua hal itu dijelaskan para diplomat Uni Eropa.

Masih harus ditentukan lagi barang-barang apa saja yang akan tercantum dalam kedua daftar pembatasan itu. Sanksi itu berkaitan dengan keputusan sanksi ke-14 terhadap pemerintah di Damaskus. Saat ini Uni Eropa sudah memberlakukan larangan masuk terhadap 138 anggota pimpinan Suriah dan kerabatnya.

"Kami semua tahu, situasinya masih mencemaskan," kata staf khusus kementerian luar negeri Jerman, Michael Link, mengenai situasi di Suriah. Gencatan senjata yang disepakati, menurut Link, sangat "peka". Lebih lanjut Link mengatakan pentingnya "isyarat nyata", bahwa kepemimpinan Presiden Bashar al Assad tidak lagi bisa mengandalkan dukungan Cina dan Rusia.

Pengamat PBB Melanjutkan Investigasi

Pada awal pekan kedua misi PBB yang mengawasi gencatan senjata yang rentan hancur, para pengamat mulai meninjau situasi di sekitar Damaskus."Pasukan helm biru berada tidak jauh dari Damaskus, tepatnya berada di sekeliling ibukota," kata Neeraj Singh, seorang wakil delegasi. Para pengamat akan terus berusaha, "mengadakan kontak dengan semua pihak" dan dengan begitu mempersiapkan penugasan penuh pasukan pengamat.

Minggu lalu (22/04), para peninjau PBB berada di provinsi Homs dan Hama. Walau pun sejak Sabtu malam (21/04) dua pengamat PBB menginap di kota markas kelompok perlawanan, Homs, tiga orang tewas di kota itu dan sekitarnya. Hal tersebut dilaporkan Dewan Pengawas HAM Suriah yang berpusat di London. Lembaga bentukan oposisi Suriah itu mencatat, pada Ahad itu saja terdapat 17 korban tewas di Suriah. Dewan Keamanan PBB, Sabtu (20/04), memutuskan untuk meningkatkan jumlah pengamat militer PBB di Suriah menjadi 300 orang. Para pengamat itu tidak dipersenjatai. Namun tampaknya kedatangan kontingen pengamat itu terus tertunda.

Bentrokan Baru di Hama dan Sekitar Damaskus

Senin (23/04), oposisi melaporkan bahwa pasukan angkatan darat Suriah melancarkan serangan terhadap kelompok perlawanan di provinsi Hama, pada tengah malam menjelang Senin. Serangan dilakukan meski para pengamat PBB sedang berada di kawasan itu. Kantor berita resmi Suriah, Sana, melapprkan bahwa para pengamat telah berjumpa dengan gubernur provinsi itu.

Menurut laporan oposisi, Senin (23/04), terdengar sepuluh ledakan hebat di Damaskus. Diduga pula terjadi bentrokan hebat antara pasukan pemerintah dengan kelompok perlawanan di dekat ibukota.

Luky Setyarini/afp/dpa/dapd/rtr

Editor: Yuniman Farid