1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Uni Eropa Siap Buka Kantor Diplomatik di Myanmar

Petugas urusan luar negeri Uni Eropa, Catherine Ashton berkunjung ke Myanmar untuk mendorong proses reformasi demokrasi dan jajaki pembukaan kantor diplomatik di negara itu.

Ashton merupakan pimpinan politik Uni Eropa paling tinggi yang berkunjung ke Myanmar sejak dicabutnya sejumlah sanksi Uni Eropa terhadap rezim penguasa di negara Asia Tenggara itu. Ia mula-mula bertemu tokoh opsosisi dan pemenang hadiah Nobel Perdamaian, Aung San Suu Kyi di Yangon Sabtu (28/4).

Walaupun memenangkan hampir seluruh mandat dalam pemilu sela, anggota partai Liga Nasional untuk Demokrasi dari Suu Kyi menolak diambil sumpahnya sebagai anggota parlemen, terkait naskah sumpah jabatan yang dinilai kontroversial.

Menanggapi silang sengketa itu, diplomat puncak Uni Eropa tersebut mengatakan ; "Ini proses bagi perubahan. Saya harapkan kemajuan dalam proses reformasi menuju demokrasi dilanjutkan dan tidak mundur lagi". Demikian tegasnya dalam konferensi pers setelah pertemuan dengan Aung San Suu Kyi.

Dalam kunjungan ke Myanmar hingga Senin (30/4), Ashton juga diagendakan bertemu presiden Thein Sein. Dalam pertemuan disebutkan akan ditegaskan lagi harapan Eropa bagi dilanjutkannya proses demokratisasi di Myanmar.

Selain itu, juga dipersiapkan pembukaan kantor penghubung diplomatik Uni Eropa di Yangon. Para diplomat mengatakan, kantor penghubung itu untuk memudahkan koordinasi dan manajemen bantuan dari luar negeri. Namun juga akan memainkan peranan dalam bidang politik.

Uni Eropa baru-baru ini mencabut sejumlah sanksi ekonomi, sebagai respons atas keterbukaan politik yang dicanangkan pemerintahan baru di Myanmar. Ashton menyatakan optimis langkah itu akan mendorong kemitraan ekonomi antara Myanmar dan Uni Eropa.

AS(rtr,afp)