1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Uni Eropa Dikecam Terkait Bencana Pengungsi

Uni Eropa mendapat kecaman dari organisasi hak asasi manusia terkait politik pengungsi di Laut Tengah. Dalam kecelakaan terbaru sekitar 400 pengungsi ilegal asal Afrika diduga mati tenggelam.

Organisasi pembela hak asasi manusia Amnesty International mengecam Uni Eropa yang pada 2014 silam menghentikan bantuan keuangan buat operasi bantuan darurat di Laut Tengah Mare Nostrum yang digagas Italia . "Dengan begitu ratusan ribu nyawa pengungsi dan pencari suaka yang melintasi Laut Tengah terancam," ujar Jeans-Francois Dubost penaggung jawab masalah pengungsi AI di Paris.

Organisasi HAM itu melaporkan, operasi Mare Nostrum memungkinkan penyelamatan lebih 170.000 jiwa imigran ilegal yang mencoba memasuki Eropa dari Afrika lewat Laut Tengah. Misi penyelamatan itu diganti misi penjaga pantai dan perbatasan Eropa Triton pada 2014 lalu.

Operasi Triton sudah dikritik bulan Februari lalu, saat melaporkan kemungkinan karamnya sebuah perahu yang mengangkut 300 pengungsi. Organisasi HAM juga mengritik, dengan misi Triton sebagai pendukung lembaga penjaga perbatasan Frontex, Eropa menerapkan politik isolasi dan menutup perbatasannya. "Ini pelanggaran berat hak asasi manusia," tuding lembaga pembela HAM.

Kewalahan

Pasukan penjaga pantai Italia yang terutama menangani dan menyelamatkan para pengungsi lewat Laut Tengah kini terlihat kewalahan sendirian menghadapi permasalahan. "Kami tidak memiliki cukup kapal dan perahu untuk penyelamatan imigran ilegal asal Afrika itu," ujar Salvatorre di Grande komandan pasukan penjaga pantai di pulau Lampedusa.

Pekan ini saja penjaga pantai Italia menahan 42 kapal yang mengangut 6.500 pengungsi ilegal yang melayari kawasan Laut Merah untuk mencapai Eropa. Kebanyakan menggunakan kapal bobrok yang kelebihan muatan. Selain itu penjaga pantai juga menyelamatkan 145 pengungsi dari sebuah kapal yang karam.

Selain penjaga pantai yang kewalahan, para nelayan di seputar Pulau Lampedusa yang jadi tujuan utama pengungsi mengalami trauma berat. Mereka kini makin sering harus mengevakuasi jenazah para migran yang mati tenggelam di laut. Juga mereka menyatakan sedih dan terpukul, saat melihat puluhan orang nyaris mati tenggelam tapi tak mampu menolong.

as/yf(afp,dpa, ap,rtr)

Laporan Pilihan