1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Uni Eropa Bela Oposisi Suriah

Jerman pulangkan empat staf kedutaan besar Suriah. Sementara Uni Eropa berikan dukungan lebih besar bagi oposisi Suriah.

Uni Eropa, Senin (10/12), menunjukkan pengakuannya kepada Koalisi Nasional Revolusi Suriah, yang dipimpin oleh Mouaz al-Khatib, meskipun bukan pengakuan sepenuhnya. Para menteri luar negeri Uni Eropa yang saat itu berkumpul di Brussel, menyebut Koalisi Nasional itu sebagai “wakil legitim rakyat Suriah”.

Ahmad Mouaz Al-Khatib Syrien Opposition Brüssel Treffen

Ahmad Mouaz Al-Khatib

November lalu, Uni Eropa masih menyebut Koalisi itu sebagai “penyandang harapan dan aspirasi rakyat Suriah”.

Menteri Luar Jerman Guido Westerwelle menilai langkah ini tepat, isyarat peningkatan dukungan ini disampaikan berdekatan dengan pertemuan Sahabat Suriah. “Pilihan waktunya ideal”, ungkap Westerwelle. Tambahnya, "Saya kira ini akan menjadi ukuran nyata yang mempertegas erosi legitimasi pada rejim Assad”.

Bersamaan dengan itu, Uni Eropa menyatakan akan menambah 30 juta Euro untuk dana bantuan kemanusiaan bagi pengungsi Suriah, dengan begitu jumlah total bantuan Uni Eropa akan mencapai 310 juta Euro.

Pemulangan staf Kedutaan Suriah

Dengan memburuknya hubungan diplomatik Jerman dengan pemerintahan Suriah, hari Senin (10/12) Kementrian Luar Negeri Jerman menyatakan akan memulangkan empat orang staff Kedutaan Besar Suriah di Berlin.

Menurut Westerwelle, langkah ini mengisyaratkan bahwa pemerintah Jerman mengurangi hubungannya dengan rejim Assad hingga ke tingkat minimum.

"Kami berharap bahwa koalisi nasional Suriah akan menjadi lebih stabil dan berkembang menjadi lembaga fungsional dalam transisi politik negara itu”, tambahnya

Generalversammlung der syrischen Opposition in Doha

Koalisi Nasional Suriah di Doha

Westerwelle tidak mengomentari lebih jauh keputusan itu, dan tidak menjelaskan peristiwa apa yang memicu pemulangan staf Kedubes Suriah tersebut.

Sesuai protokol diplomatik, keempat pegawai Keduataan Besar Suriah itu harus sudah meninggalkan Jerman selambatnya hari Kamis (13/12). Pemerintah Jerman sudah beberapa kali melakukan tindakan serupa. Duta Besar Suriah dipulangkan Mei lalu setelah terjadi pembantasan di kota Houla, di utara Homs, yang menyebabkan 100 orang tewas. Inggris, Perancis, Italia dan Spanyol mengambil tindakan yang sama.

EK/HP (dpa, afp)

Laporan Pilihan