1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosial

Uluran Tangan Indonesia untuk Rohingya

Bantuan kemanusian dari Indonesia untuk Rohingya dalam waktu dekat segera mengalir. Warga dari lintas agama di Indonesia juga turut terlibat menggalang bantuan untuk kelompok minoritas Muslim itu.

Belum genap sepekan sejak Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno LP Marsudi melakukan perjalanan diplomasinya ke Mynamar dan Bangladesh. Namun, keterlibatan Indonesia untuk membantu pengungsi Rohingya mulai membuahkan hasil.  Indonesia dapat segera mengalirkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi Rohingya di penampungan Bangladesh.

"Sudah ada beberapa kebutuhan yang masuk dan rencananya begitu masuk list permintaan bantuan itu sudah ada, maka sesuai arahan Presiden, kita akan segera upayakan segera mengirimkan bantuan itu karena mereka dalam posisi sangat membutuhkan baik tenda, makanan, maupun air minum," kata Retno LP Marsudi di Singapura.

Bangladesh menaruh harapan besar kepada Indonesia untuk meringankan beban mereka mengurus pengungsi. Pasca konflik akhir Agustus lalu, pemerintah Bangladesh mengaku kewalahan menampung gelombang pengungsi baru sebab sejak tahun 1990-an, Bangladesh telah menampung sekitar 400.000 pengungsi Rohingya.

Tonton video 01:15

Melahirkan di Tengah Pengungsian

Rumah Sakit Indonesia

Tak hanya di Bangladesh, akses bantuan pemerintah ke Mynamar juga terbuka. Meski situasi belum kondusif di Rakhine State, pemerintah tetap melanjutkan pembangunan Rumah Sakit Indonesia di zona konflik tersebut. Dua insinyur yang menjadi relawan Medical Emergency Rescue Committe (MER-C) berangkat ke Myanmar, Rabu (06/09).

Mereka bertugas untuk memantau proses tahap dua, yakni pembangunan asrama dokter dan perawat. Presiden Joko Widodo menyebutkan Rumah Sakit Indonesia ditargetkan dapat segera beroperasi untuk membantu para korban di wilayah konflik.

"Untuk penanganan kemanusiaan dari konflik tersebut pemerintah telah memberikan bantuan makanan dan obat-obatan. Bulan Januari dan Februari sebanyak 10 kontainer, juga telah membangun sekolah di Rakhine State dan juga segera akan membangun rumah sakit yang akan dimulai Oktober akan datang di Rakhine State,” ujar Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Senin (04/09).

Rumah Sakit Indonesia dibangun atas kerjasama MER-C dan Palang Merah Indonesia. Ada 11 lembaga yang tergabung dalam Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar yang akan menyalurkan bantuan di bidang ekonomi, kesehatan dan pendidikan di Rakhine.

Koin untuk Rohingya

Aksi menggalang bantuan untuk warga minoritas Rohingya juga berlangsung di berbagai tempat di Indonesia. Di Jambi, umat Buddha dari berbagai Vihara bersama warga dari organisasi Aliansi Umat Islam menggalang dana untuk Rohingya.

"Umat Buddha Jambi mengecam dan mengutuk tindakan kekerasan Pemerintah Myanmar terhadap masyarakat Rohingya yang tidak sesuai ajaran Buddha untuk cinta semua makhluk di dunia," kata Budiharto Setiawan, juru bicara Persatuan Masyarakat Buddha Jambi, Rabu (06/09)

Tak hanya berupa bantuan materiil, bantuan dalam bidang pendidikan juga datang dari Nahdlatul Ulama. "LP Ma'arif NU akan membangun Sekolah Ma'arif NU di Rakhine, Myanmar, sesuai ketentuan dan perundangan serta konvensi internasional agar  anak usia sekolah korban krisis Myanmar dapat terjamin hak pendidikannya," kata Ketua Pimpinan Pusat LP Ma'arif NU, HZ Arifin Junaidi, seperti dikutip dari Antara.

ts/rzn (antaranews.com, tribunenews.com)

 

Laporan Pilihan

Audio dan Video Terkait