1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Ultra-Sonografi 3 D bagi Pemeriksaan Payudara

Dewasa ini harapan hidup pengidap kanker payudara cukup bagus. Syaratnya, tumornya ditemukan sedini mungkin. Perangkat USG khusus, Automated Breast Volume Scanner, dapat memindai payudara dalam 3 dimensi.

default

Seorang perempuan sedang diperiksa dengan mamografi

Standar baku pemeriksaan payudara untuk melacak adanya sel kanker dewasa ini dilakukan dengan mammografi dan dengan ultra-sonografi. Ibaratnya para dokter melihat kondisi payudara dengan mamografi dan mendengarnya dengan ultra-sonografi. Kini perangkat ultra-sonografi semakin canggih. Dengan perangkat ultra sonografi terbaru, payudara dapat dipindai dalam format tiga dimensi. Tentu saja prosedur konvensional tetap harus dijalankan. Dalam arti, para dokter mula-mula harus memeriksa dengan perabaan tangan, untuk merasakan adanya perubahan pada jaringan payudara.

Pakar radiologi di rumah sakit Marienhospital di Osnabrück, Alexander Mundinger menjelaskan prosedur pemeriksaan dengan peralatan ultra-sonografi. “Dalam pemeriksaan normal, para dokter menggerakkan penala ultra-sonografi di sekeliling payudara. Dengan itu dikirim gelombang ke dalam jaringan, dan pantulannya akan dikirim dari struktur di dalam payudara. Dengan itu diperoleh potongan informasi dari payudara dalam format lapisan amat tipis. Dari situ dokter dapat melakukan analisanya.“

Setiap metode pelacakan dini kanker payudara memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dengan mammografi dapat dilacak tahapan pra-kanker atau jaringan tumor yang amat kecil. Sementara dengan ultra-sonografi para dokter dapat menegakkan diagnosa, apakah kankernya jinak atau ganas, tanpa perlu mengambil sampel jaringannya. Tapi jika dokter juga harus melakukan biopsi, atau pengambilan sampel jaringan, ultra-sonografi juga amat membantu.

Penelitian menunjukkan, jika para dokter menggabungkan tiga prosedur pemeriksaan itu, yakni perabaan, mammografi dan ultra-sonografi, sekitar 95 persen kasus tumor dapat terlacak. Walaupun demikian, sejauh ini hanya prosedur mammografi yang sudah digunakan secara meluas di Jerman untuk pelacakan dini kanker payudara. Pemeriksaan payudara menggunakan perangkat ultra-sonografi hingga kini jarang dilakukan.

Padahal teknik ultra-sonografi kini semakin canggih. Belum lama ini, misalnya diluncurkan apa yang disebut Automated Breast Volume Scanner, yang mana dengan peralatan khusus ini, seluruh payudara dapat dipindai dalam format tiga dimensi.

Pimpinan pusat pemeriksaan payudara di Berlin, Jens-Uwe Blohmer menggambarkan bagaimana cara kerja perangkat ultra-sonografi terbaru ini, “Pasien tidur terlentang seperti pemeriksaan payudara normal. Penala ultra-sonografi baru yang lebih besar ditempatkan pada payudara dan dilakukan pemindaian berdasarkan pola yang sudah ditentukan. Samasekali tidak sakit dan tidak ada beban radioaktif. Hasilnya langsung dapat dilihat dan dibicarakan dengan pasien.“

Selain itu dokter dapat menyimpan rekaman hasil pemeriksaan citra tiga dimensi itu, agar dapat membandingkannya dengan hasil pemeriksaan berikutnya.

Di seluruh Jerman saat ini terdapat sekitar 25 peralatan ultra-sonografi tiga dimensi yang canggih ini. Jadi pelayanannya belum meluas seperti peralatan mammografi. Jens-Uwe Blohmer menyatakan, ia dan rekan-rekan dokter lainnya masih melakukan penelitian lebih lanjut, apakah ultra-sonogarfi 3D ini benar-benar lebih baik dan unggul dari peralatan ultra-sonografi normal.

Marieke Degen/Agus Setiawan

Editor. Carissa Paramita