1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Tymoshenko Diombang-ambing dari Penjara ke RS

Pemimpin oposisi dan mantan PM Ukraina Yulia Tymoshenko menolak perawatan di RS pemerintah. Ia kembali ke penjara dalam keadaan yang disebut pengacaranya sebagai "absurd".

Mantan Perdana Menteri Ukraina Yulia Tymoshenko kembali ke penjara, Minggu (22/04), setelah ia menolak dirawat di rumah sakit pemerintah. Ia diketahui menderita nyeri punggung.

"Awalnya Tymoshenko dibawa diam-diam ke rumah sakit malam menjelang Jumat, kemudian hari Minggu ia tiba-tiba kembali ke penjara," ungkap partai politiknya, Batkivshchyna (bhs. Ukraina: Tanah Air – red.) dalam suatu pernyataan. Pengacara Tymoshenko, Serhiy Vlasenko menyebut aksi pengiriman ke rumah sakit dan kembali ke penjara sebagai "absurd".

Tymoshenko sebelumnya mengatakan ia tidak mempercayai semua dokter rujukan pemerintah. Ia dibawa ke rumah sakit kota Kharkiv milik jawatan kereta api negara, di kota yang sama di mana ia dipenjara.

Dokter Jerman yang merawat cedera tulang punggung Tymoshenko menyarankan agar Tymoshenko segera dirawat di klinik khusus. Para dokter asal Jerman itu juga sudah meninjau RS Kharkiv, tapi tidak mengeluarkan pernyataan mengenainya.

Lembaga Pemasyarakatan Ukraina mengatakan bahwa Tymoshenko dikembalikan ke penjara, Minggu (22/04), karena ia "memilih" untuk menolak perawatan di rumah sakit itu.

Saat ini Tymoshenko menjalani hukuman penjara tujuh tahun atas pidana penyalahgunaan jabatan. Ia juga sedang menghadapi tuntutan mangkir pajak dan penggelapan dalam sidang terpisah. Tymoshenko dituntut hukuman penjara hingga 12 tahun. Tymoshenko menyangkal semua tuduhan itu dan menyebut tudingan itu sebagai bagian dari upaya penindasan oleh pemerintah Presiden Viktor Yanukovich.

Kasus dan perlakukan terhadap mantan perdana menteri Tymoshenko telah mengganggu hubungan Ukraina dengan negara barat. Uni Eropa menggambarkan kasus itu sebagai contoh keadilan selektif. Uni Eropa juga memperingatkan Ukraina bahwa anggotanya tidak akan meratifikasi perjanjian bilateral penting mengenai kemitraan politik dan pasar bebas jika Tymoshenko tetap di penjara.

Luky Setyarini/rtr/ap

Editor: Vidi Legowo-Zipperer