1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Tujuh Tersangka Ditangkap Terkait Bom Brussels

Tujuh orang tersangka terkait serangan teror Brussels ditangkap dalam razia polisi. Aksi dilancarkan dua hari setelah serangan bom di bandara dan stasiun kereta di Brussels, yang tewaskan 31 orang.

Pihak berwenang tidak memberikan banyak keterangan tentang jatidiri tujuh orang yang ditangkap. Sebagian besar dari mereka ditangkap di sekitar ibukota Belgia, Brussel.

Razia antara lain dilaksanakan di Jette, di sebelah barat ibukota Brussel. Demikian halnya dengan Schaerbeek, daerah pinggir kota Brussel, di mana ditemukan bendera Islamic State dan bom berisi paku, beberapa jam setelah terjadinya serangan bom.

Sampai sekarang, Brussel yang juga jadi markas besar Uni Eropa dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), masih berusaha mengatasi syok dan kesedihan setelah serangan teroris di bandara dan stasiun kereta api. Kelompok Islamic State (ISIS) menyatakan bertanggungjawab atas serangan.

AS tunjukkan solidaritas

Menteri Luar Negeri AS John Kerry direncanakan tiba di Brussel hari ini untuk menunjukkan dukungan bagi Belgia. Selama kunjungan, Kerry dijadwalkan akan memberikan penghormatan kepada korban serangan di bandara, dan mengadakan pembicaraan dengan sejumlah pejabat Uni Eropa.

Serangan Selasa di Brussel terjadi hanya empat bulan setelah 130 orang tewas dalam serangkaian serangan bom November lalu di Paris.

Menteri Dalam Negeri Perancis, Bernard Cateneuve menekankan seriusnya ancaman jihadis, dengan mengungkap Kamis kemarin, bahwa polisi Perancis telah menahan orang yang diduga akan melancarkan serangan di Perancis. Dikatakan, melihat barang bukti yang ditemukan, persiapan serangan sudah hampir matang.

Tersangka yang ditangkap adalah warga Perancis. Ia tidak terkait serangan di Paris maupun Brussels. Tapi menurut Cateneuve, orang itu termasuk jaringan teroris yang akan menyerang Perancis.

Dikenal aparat berwenang AS

Sementara itu, televisi AS, NBC melaporkan Kamis, dua bersaudara yang melaksanakan serangan bom di Brussel tercatat namanya dalam daftar teroris yang dibuat pemerintah AS. NBC mengutip informasi dua pejabat pemerintah AS tanpa menyebutkan nama mereka.

Menurut dua pejabat itu, Ibrahim dan Khalid El Bakraoui juga diidentifikasikan sebagai "potensi ancaman teror” dalam daftar teroris, tapi tidak menjelaskan lebih jauh, pada daftar yang mana nama mereka tercantum, mengingat AS memiliki beberapa daftar teroris.

Sebelum melaksanakan serangan hari Selasa, kedua kakak beradik itu sudah melaksanakan sejumlah tindakan kriminal seperti mencuri mobil, merampok dan tembak-menembak dengan polisi. Sekarang aparat keamanan Belgia masih mengejar pelaksana serangan bunuh diri ketiga di bandara Brussels, yang bomnya tidak meledak. Pria itu tampak mengenakan topi pada foto yang kini tersebar luas lewat media.

Sementara itu, sejak terjadinya serangan Selasa, penjagaan keamanan di sejumlah pelabuhan udara dan tempat-tempat umum lainnya di Eropa diperketat.

ml/as (AFP, AP, Reuters)

Laporan Pilihan