1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Jair Bolsonaro Menangkan Pemilu Presiden di Brasil

29 Oktober 2018

Politisi ultra kanan Jair Bolsonaro akan menjadi presiden baru Brasil, setelah memenangkan pemilu yang paling terpolarisasi dalam sejarah negara itu. Pemilih brasil muak dengan korupsi dan maraknya kriminalitas.

https://p.dw.com/p/37KfB
Brasilien Wahlen - Jubel bei den Bolsonaro-Anhängern
Foto: Reuters/P. Olivares

Mantan perwira angkatan darat Jair Bolsonaro memenangkan putaran kedua pemilihan presiden Brasil, dengan memenangkan 55,1 persen suara, setelah 99 persen suara dihitung. Rivalnya dari kubu kiri Fernando Haddad dari partai buruh hanya meraih 44,9 persen suara. Kemenangan itu menandai pergeseran mendasar di panggung politik Brasil, yang lama dikuasai oleh kubu kiri sosialis.

Dalam pidato kemenangannya, Bolsonaro mengatakan dia tidak pernah meragukan kemenangan dan bersyukur kepada Tuhan. "Kami tidak bisa terus mengusung komunisme," kata Bolosonaro. "Kami akan mengubah nasib Brasil," tandasnya.

Mantan anggota militer Brasil itu mengatakan dia akan membela "konstitusi, demokrasi dan kebebasan," dan menambahkan bahwa "ini bukan janji pesta, atau hanya kata-kata seorang pria. Ini adalah sumpah di hadapan Tuhan."

Brasilien Präsidentschaftswahlen Jair Bolsonaro
Jair Bolsonaro, presiden terpilih BrasilFoto: Reuters/P. Olivares

Kemerosotan kubu sosialis

Fernando Haddad memang saat-saat terakhir menerima banyak dukungan, termasuk dari anggota Mahkamah Agung Brasil. Tetapi dukungan itu tidak cukup untuk mengatasi keunggulan 10 poin yang diraih Bolsonaro.

Dalam pidato setelah menerima kekalahan, Haddad mengatakan kepada pendukungnya bahwa partainya sekarang memiliki "tugas besar" untuk mempertahankan "pemikiran, kebebasan dari 45 juta warga Brasil yang memilih kami."

Pemilihan itu ditandai dengan polarisasi tinggi dan kemarahan pemilih atas kejahatan yang merajalela dan berbagai skandal korupsi yang melanda Brasil. Antara lain mantan presiden Luiz Inacio Lula da Silva harus masuk penjara karena tuduhan korupsi.

Brasilien, Fernando Haddad verliert Präsidentschaftswahl
Fernando Hadddad, capres dari Partai Buruh Brasil, mengakui kekalahannya dalam pidato di Sao Paolo, 28 Oktober 2018Foto: picture alliance/AP Photo

"Donald Trump Brasil"

Jair Bolsonaro, yang pernah menjadi anggota Kongres, mampu memanfaatkan ketidakpuasan pemilih dengan kampanye-kampanye anti-korupsi dan janji memerangi kriminalitas dengan tegas dan keras. Namun politisi berusia 63 tahun itu juga sering muncul dengan isu-isu populistis sehingga sering dijuluki "Donald Trump Brasil" atau "Tropical Trump". Dia dikecam karena sikapnya menentang orang-orang gay dan komentar-komentar seksis tentang perempuan. Bolsonaro terang-terangan menyatakan simpati pada masa-masa kediktatoran militer 1964  - 1985. Dia juga sering mengeluarkan pernyataan bernada rasis dan menyatakan akan membawa Brasil ke luar dari Perjanjian Iklim.

Meskipun kubu kanan membukukan kemenangan besar dalam pemilu presiden, partai-partai berhaluan kiri mendominasi pemilun gubernur dan memenangkan 14 dari 27 negara bagian. Partai Buruh memenangkan empat kursi gubernur di bagian utara negara itu, yang juga kawasan paling miskin. Sedangkan pendukung Bolsonaro memenangkan pemilu gubernur di tiga negara bagian Brasil yang berpenduduk terpadat, yaitu Sao Paulo, Rio de Janeiro, dan Minas Gerais.

Jair Bolsonaro akan menjabat sebagai presiden secara resmi mulai  1 Januari 2019.

hp/ml (afp, rtr, ap)