1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Trump Tekankan Penghapusan Obamacare, Imigrasi dan Proteksionisme di Kongres AS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara di Kongres AS untuk pertama kalinya. Sejumlah kebijakan kontroversial mulai dari imigrasi, kesehatan dan proteksionisme menjadi topik di antaranya.

Dalam upaya untuk membendung kritik bahwa ia memusuhi masyarakat minoritas, Donald Trump menyebutkan bahwa ada "pekerjaan yang harus dilakukan" di bidang hak-hak sipil. Presiden AS itu juga mengutuk aksi vandalisme terbaru dan ancaman terhadap komunitas Yahudi serta penembakan bermotif rasial di Kansas, pekan lalu. "Amerika Serikat adalah negara yang bersatu dalam mengutuk kebencian," ujar Trump.

Dalam pidato itu, ia menyebutkan sejumlah janji kunci dari kampanye pemilunya. Di antaranya, rencana untuk "mengeringkan rawa" Washington dari masalah korupsi dengan menerapkan sanksi terhadap mantan anggota parlemen yang menjadi pelobi. Dia juga berjanji untuk "segera memulai pembangunan tembok besar" di perbatasan AS-Meksiko, namun tidak menyinggung tentang bagaimana pengelolaan dan pendanaannya.

Hapus Obamacare

Trump juga mendesak "pencabutan dan digantinya Obamacare". Pidatonya mengenai isu kesehatan itu disambut dengan tepuk tangan dari Partai Republik. Undang-undang Pelayanan Terjangkau -- yang telah memberikan jaminan kesehatan bagi 20 juta warga Amerika Serikat yang sebelumnya tidak diasuransikan, telah menjadi sumber kecemasan anggota parlemen kubu Republik. Banyak konstituen yang marah karena takut kehilangan jaminan tersebut.

Pidato Trump kemudian beralih ke kebijakan imigrasi, yang banyak dikritik karena dianggap tidak adil bagi kaum Muslim. Pada bulan Januari lalu, kebijakan untuk melarang wisatatan dari tujuh negara mayoritas Muslim masuk ke AS menyulut protes luas dan akhirnya diblokir oleh pengadilan federal.

Mendata kejahatan

Berbicara di hadapan Kongres AS, Trump menyerukan perbaikan hukum imigrasi yang rendah terampil ke model sistem berdasarkan jasa, seperti yang dilakukan Australia dan Kanada.

Dia kemudian berjanji untuk membuat pendataan yang mendokumentasikan kejahatan yang dilakukan oleh imigran ilegal, meskipun banyak penelitian yang menunjukkan bahwa cenderung lebih banyak orang yang lahir di Amerika Serikat yang melakukan kekerasan, ketimbang imigran.

Trump juga memberi penghormatan pada korban kejahatan kekerasan dan penderita penyakit langka yang bertahan hidup. Mereka duduk di kursi penonton. Trump kemudian meminta semua orang bertepuk tangan untuk Carryn Owens, janda tentara Navy SEAL Ryan Owens, yang tewas dalam serangan --atas perintah Trump-- yang gagal di Yaman. Dia memuji Owens, yang disebutnya: "menyerahkan nyawanya bulan lalu bagi teman-temannya, negaranya, dan untuk kebebasan kita. Kiita tidak akan pernah melupakannya". 

Prioritaskan pekerja warga negara AS

Mengacu ke sebuah pertemuan dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Trump mengungkapkan komitmennya untuk bekerja dengan pemimpin Kanada itu dalam mempromosikan kewirausahaan perempuan. Pernyataan ini ditambah dengan soal pemberian cuti keluarga, disambut tepuk tangan meriah baik dari kubu Demokrat maupun Republik.

Bicara soal NATO, Trump menyatakan: "Kami sangat mendukung NATO," namun ia mengingatkan: "Mitra kami, baik anggota-anggota NATO, di Timur Tengah atau Pasifik untuk mengambil peran langsung dan bermakna dalam kedua bentuk operasi: strategis dan militer, dan membayar kontribusi biaya secara adil. "

Soal proteksionisme, Trump bersumpah untuk mempersulit perusahaan-perusahaan untuk meninggalkan AS, dengan membawa uang yang digunakan untuk mendukung negara-negara asing. Trump juga berjanji memberikan insentif dan mendorong agar perusahaan-perusahaan AS ‘membeli dan mempekerjakan warga Amerika'. Dikatakannya, "Pertama-tama, Amerika harus memprioritaskan warga negaranya sendiri, karena hanya dengan demikian kita bisa benar-benar membuat Amerika hebat lagi," tandasnya Trump.

Elizabeth Schumacher(ap/vlz)

Laporan Pilihan