1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Konflik Israel Palestina

Trump: Israel dan Palestina Siap Berdamai

Presiden AS Donald Trump mengaku Presiden Palestina Mahmud Abbas dan PM Israel Benyamin Netanyahu, siap mewujudkan perdamaian. Namun ia tidak membahas rinci bagaimana proses perundingan damai bisa kembali dimulai.

Israel Staatsbesuch Donald Trump (picture-alliance/AP Photo/E. Vucci)

Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden Palestina, Mahmud Abbas

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengajak Israel dan Palestina agar mau berkompromi untuk mewujudkan perdamaian. Hal tersebut dikemukakannya setelah bertemu dengan Presiden Palestina Mahmud Abbas di Bethlehem, Selasa (23/5).

"Menghadirkan damai bukan perkara mudah," kata Trump saat berpidato di depan politisi Israel. "Kita semua tahu itu. Kedua pihak harus mengambil keputusan sulit. Tapi dengan kemauan, kompromi dan keyakinan bahwa perdamaian bukan hal yang mustahil, Israel dan Palestina bisa membuat perjanjian damai."

Trump menegaskan ia "berkomitmen secara pribadi" untuk membantu kedua pihak agar bisa mengakhiri konflik yang telah berlangsung sejak hampir satu abad.

Namun begitu sang presiden tidak membeberkan rencananya secara spesifik, bagaimana mengajak kedua pihak agar kembali ke meja perundingan menyusul kegagalan perundingan damai sebelumnya. Trump juga tidak berbicara mengenai solusi dua negara yang menjadi fokus utama strategi diplomasi Amerika Serikat di Timur Tengah.

"Saya hari ini bertemu Presiden Abbas dan saya bisa katakan bahwa Palestina siap mewujudkan perdamaian," ujar Trump. "Saya tahu Anda sudah mendengar hal yang sama sebelumnya. Tapi saya katakan, keduanya siap berdamai. Dan lewat pertemuan dengan teman baik saya Benjamin (Netanyahu), saya bisa katakan ia pun ingin mewujudkan damai."

Perjalanan Trump di Timur Tengah sempat dinilai sebagai upaya untuk menghidupkan kembali pembicaraan damai antara Israel dan Palestina. Namun pengamat mengritik, sang presiden lebih sering menyerang Iran ketimbang membahas perdamaian dalam pidato-pidatonya.

rzn/yf (afp,rtr)

    

Laporan Pilihan