1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Trump Bersikeras Paksa Meksiko Bayar Tembok Perbatasan

Presiden AS Donald Trump menekan Meksiko untuk membiayai pembangun tembok perbatasan. Namun negeri jiran itu menolak dan bersiap menghadapi serangan lain dari Gedung Putih.

Meksiko menjadi negara pertama yang dibidik Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mendemonstrasikan kekuasaanya. Hanya tujuh hari setelah upacara pelantikan di Capitol Hill, hubungan kedua negara kini memasuki titik nadir.

Perkara berawal ketika Trump mendesak pemerintah Meksiko membiayai pembangunan tembok perbatasan yang ditaksir akan menelan dana sebesar 25 miliar Dollar AS atau sekitar 330 triliun Rupiah. Tembok raksasa tersebut rencananya akan membentang sepanjang 1.600 kilometer di perbatasan kedua negara. Trump berdalih tembok dibutuhkan untuk menghadang imigran ilegal dan penyelundupan narkoba.

Sebagai reaksi Presiden Enrique Peña Nieto lantas membatalkan kunjungannya ke Washington yang sedianya akan dilangsungkan pekan depan. "Saya katakan lagi dan lagi, Meksiko tidak akan membayar pembangunan tembok."

Trump lantas mengecam keputusan tersebut. "Jika Meksiko tidak ingin membiayai tembok yang sangat dibutuhkan, maka pertemuan memang sebaiknya dibatalkan saja," tulisnya lewat Twitter.

Sejak itu Gedung Putih mengumpulkan beberapa opsi pembiayaan yang seluruhnya akan dibebankan pada Meksiko. Salah satunya adalah meningkatkan pajak impor terhadap produk asal negeri jiran tersebut. "Dengan cara itu kita bisa mengumpulkan 10 miliar Dollar AS per tahun dan bisa dengan mudah membiayai pembangunan tembok, hanya lewat mekanisme ini," kata Jurubicara Trump, Sean Spicer.

Namun gagasan tersebut mendulang kritik. Pasalnya kenaikan tarif akan melambungkan harga produk asal Meksiko yang ujung-ujungnya harus dibayar oleh penduduk Amerika Serikat. Terlebih menurut Kementerian Perdagangan AS, sekitar 40% produk buatan Meksiko berasal dari Amerika Serikat dan sekitar enam juta lapangan kerja di AS bergantung pada hubungan dagang dengan negeri jiran tersebut.

Soal Martabat dan Harga Diri

Opsi lain adalah memanfaatkan Undang-undang anti Pencucian Uang buat menghalangi warga Meksiko yang bekerja di Amerika Serikat buat mengirimkan remitansi kepada keluarga di kampung halaman. Setiap tahun warga Meksiko di AS mengirimkan dana sebesar 25 miliar Dollar AS ke keluarganya. Dengan cara itu Gedung Putih ingin memaksa Meksiko agar membiayai pembangunan tembok perbatasan.

Gedung Putih juga mempertimbangkan pemberlakuan pajak remitansi terhadap semua warga asing yang bekerja di Amerika Serikat.

Namun pemerintah Meksiko tidak mengisyaratkan akan tunduk pada tekanan Washington. "Ada hal-hal yang tidak dapat dinegosiasikan," kata Menteri Luar Negeri Meksiko, Luis Videgaray. "Hal ini menyangkut martabat dan harga diri kami."

rzn/hp (rtr,ap,cnn,forbes)

 

Laporan Pilihan