1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosbud

Tren Pesta Pernikahan di Shanghai

Menurut hasil jajak pendapat, biaya pernikahan di Shanghai mencapai tiga kali lipat gaji tahunan para pegawai di negara itu.

default

Ruangan di gedung pameran Shanghai tampak penuh sesak oleh pasangan-pasangan muda. Mereka memadati stan-stan perhiasan, baju pengantin, fotograf atau perusahaan catering. Pesta pernikahan adalah bisnis besar bagi kota berpenduduk 20 juta orang ini. Pameran semacam ini sangat digemari. "Jamuan untuk pesta pernikahan biasanya seharga 100 ribu Yuan. Ini hanya untuk makanannya saja.” Demikian penjelasan Qian Weiqun, manajer penjualan pameran pernikahan Shanghai. Selain makanan, masih ada pengeluaran untuk perhiasan, fotograf, mobil dan wedding planer professional atau perencana pesta pernikahan. “Jumlah totalnya bisa mencapai 150 ribu hingga 200 ribu Yuan.”

Ini berarti rata-rata sekitar 200 juta Rupiah. Tiga kali lipat dari gaji tahunan yang diperoleh seorang pegawai di Shanghai. Ini jumlah uang yang membuat pusing para calon pengantin. Seperti pasangan yang tengah berada di pameran ini. “Harga di Shanghai sangat mahal. Kami berdua masih muda. Karena itu kami butuh dukungan orang tua kami. Orang tua saya harus membayar 80 persen dari biaya pernikahan. Pesta pernikahan kami menghabiskan semua tabungan saya dan orang tua saya.“

Sosiolog Yu Hai dari Universitas Fudan di Shanghai menyalahkan tradisi Cina atas mahalnya biaya pesta pernikahan. "Sebagian besar warga Cina percaya : mereka hanya akan menikah sekali dalam hidup. Dan jika peristiwa ini tidak dirayakan dengan sesuai, maka mereka akan kehilangan rasa hormat dari orang lain.“

Sepasang calon pengantin sudah sibuk melihat-lihat penawaran di pameran, walau pun baru akan menikah akhir tahun depan. Lily, seorang manajer penjualan hotel bintang lima menjelaskan mengapa ini merupakan langkah yang benar. "Untuk mendapatkan tanggal pernikahan yang bagus, lokasi pernikahan setidaknya harus dipesan 1,5 tahun sebelumnya. Tanggal yang bagus berarti sesuai dengan kalender Cina dan hari-hari libur."

Yu Hai juga menganggap tren merayakan pernikahan dengan pesta besar-besaran semakin tidak ada hubungannya dengan nilai-nilai pernikahan sendiri. Semua menjadi komersil, termasuk pernikahan. "Kami kehilangan kreativitas pribadi dan nilai sosial dalam pesta pernikahan yang digelar. Ini juga tidak disukai oleh para tamu. Tidak hanya secara mental, tetapi juga dari segi keuangan. Kini banyak tamu yang hanya diundang karena mereka diharapkan memberi hadiah berupa uang. Sering banyak yang merasa lega, karena mereka tidak diundang.“

Pihak yang paling diuntungkan dari semua ini adalah industri pernikahan. Menurut laporan harian Shanghai Morning Post, beberapa bank bahkan turut bergabung dengan bisnis tersebut dan menawarkan kredit khusus bagi pasangan yang memerlukan suntikan dana bagi pesta pernikahan mereka.

Matthias von Hein / Vidi Legowo-Zipperer

Editor : Asril Ridwan