1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Tokoh Ikwanul Muslimin Ditangkap

Pasukan keamanan Mesir menggerebek sebuah apartemen di Kairo, Rabu (30/10) dinihari, menangkap tokoh kunci Ikhwanul Muslimin yang melarikan diri sejak kudeta militer atas presiden Mohamed Mursi.

Penangkapan Essam el-Erian, wakil pemimpin sayap politik Ikhwanul yakni partai Keadilan dan Kebebasan, merupakan bagian dari penumpasan dan penindasan terbaru sejak tergulingnya Mursi yang juga berasal dari organisasi Islamis tersebut.

Mursi sendiri kini ditahan di tempat yang dirahasiakan dan tidak diperbolehkan berkomunikasi dengan orang luar. Pengadilan pertama atas dirinya akan dimulai 4 November mendatang, atas dakwaan menghasut orang lain untuk melakukan kekerasan dan pembunuhan.

El-Erian ditangkap oleh pasukan keamanan yang bertindak berdasarkan informasi yang membawa mereka ke sebuah apartemen di pinggiran Kairo Baru, demikian pernyataan para pejabat yang tidak bersedia disebutkan namanya.

El-Erian termasuk diantara sedikit tokoh Ikhwanul yang melarikan diri. Ia dianggap sebagai pemimpin yang lebih moderat tapi kemudian berbalik menjadi seorang garis keras dan bersembunyi setelah kudeta 3 Juli lalu yang menggulingkan presiden pertama Mesir yang terpilih secara demokratis.

Pembasmian Ikhwanul Muslimin

Menyusul penggulingan Mursi, pemimpin baru negara itu yang didukung militer membasmi kelompok Ikhwanul Muslimin, menangkap ratusan tokoh Ikhwanul dan membawa para pemimpin organisasi Islamis itu ke hadapan pengadilan.

Pemerintah sementara menggunakan pengadilan untuk menunjukkan bahwa kelompok Ikhwanul memicu kekerasan selama satu tahun kekuasaan Mursi dan setelah kudeta – untuk memberi pembenaran hukum bagi penangkapan para pemimpin organisasi Islamis itu.

Di tengah kekerasan yang menyertai pembasmian dan gelombang penangkapan ribuan pendukung Ikhwanul, seruan rekonsiliasi untuk mengembalikan kelompok itu ke dalam sistem politik terdengar sebagai sesuatu yang tidak berdasar.

Dari tempat persembunyiannya, el-Erian mengirimkan pesan-pesan kepada para pengikutnya, mendesak mereka untuk mengecam kudeta dan menuntut Mursi dikembalikan ke jabatannya semula. Melalui rekaman video yang disiarkan stasiun TV Al Jazeera, el-Erian mengkritik militer dan pemerintahan sementara dan menyerukan kepada para pendukung Ikhwanul, termasuk para pelajar, agar melanjutkan protes mereka.

Penangkapan el-Erian terjadi beberapa jam setelah tiga hakim ketua yang mengangani pengadilan atas puluhan anggota Ikhwanul, termasuk pemimpin spiritual serta kepala keuangan mereka, menyatakan pengunduran diri karena aparat keamanan tidak memberi izin kepada para terdakwa untuk hadir dalam persidangan.

ab/hp (rtr,afp,ap)

Laporan Pilihan