1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Toilet Cegah Kematian Balita

Sekitar 2,5 milyar penduduk dunia tidak punyak akses toilet atau pelayanan sanitasi yang memadai. Dampaknya adalah wabah penyakit yang berkaitan dengan pencemaran air.

Jamban atau WC atau Toilet bagi satu milyar penduduk dunia masih merupakan barang mewah yang tak terjangkau. Mereka terpaksa membuang hajat di kebun, sungai atau perairan umum terbuka. Dampak dari tak adanya akses ke toilet adalah rendahnya derajat kesehatan serta sering mewabahnya penyakit seperti diare,dan kholera. Tinja juga mencemari sumber air warga dan menyebabkan wabah dengan mudah meluas.

Laporan PBB terkait hari toilet internasional 2014 Rabu (19/11/14) menyebutkan, 80 persen penyakit di negara berkembang adalah dampak dari cemaran air oleh tinja dan bahan cemaran lainnya. Lebih 5000 anak di bawah usia lima tahun meninggal setiap hari akibat penyakit yang berkaitan dengan kurangnya higiene. Bahkan PBB baru-baru ini memperingatkan kemungkinan penyebaran wabah ebola lewat saluran air kotor terbuka.

Masalah lainnya yang berkaitan dengan tidak adanya akses ke toilet adalah tidak adanya layanan air bersih bagi warga. PBB dalam laporan target milleniumnya menyebutkan, sedikitnya 750 juta manusia di muka bumi tidak memiliki akses air bersih. Separuh dari populasi warga yang tidak memilki akses ke toilet berada di negara-negara Afrika sub sahara disusul India, serta negara lain di Asia termasuk Indonesia, Cina, Pakistan dan Nepal. Di sejumlah negara, masalah kelangkaan toilet diatasi dengan jamban umum, penyediaan MCK serta toilet mobil yang gampang dipindah.

Laporan Pilihan