1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Tim Penolong Internasional Hadapi Tantangan Berat di Pakistan

Diperkirakan sekitar 20 juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka karena banjir. Itu dikatakan PM Yousuf Raza Gilani Sabtu (14/08) di televisi dalam rangka peringatan kemerdekaan Pakistan.

default

PM Pakistan Yousuf Raza Gilani

Nazir Hussein termasuk orang yang beruntung. Rumahnya masih berdiri, walaupun menderika kerusakan berat. Ia bercerita, militer membawa perahu, tepung dan gula bagi warga. Kadang ada juga yang membawa air bersih. Tetapi bantuan lain tidak ada.

Di sepanjang sungai Indus yang airnya sekarang menggenangi kawasan yang luas, orang-orang menunggu menunggu bantuan air minum, obat-obatan dan sarana higienis.

Tetapi karena tiap harinya semakin banyak daerah yang harus diungsikan, sekarang terutama Provinsi Sindh di Selatan, tim penolong kewalahan. Itu dibenarkan Nicki Benett, yang termasuk staf koordinasi PBB di Islamabad, yang mengatur pemberian bantuan kemanusiaan.

Tantangan Berat

Pakistan Überschwemmung Flut

Seorang pria tua yang selamat dari banjir meminum air dari sebuah pompa di tengah-tengah puing rumah yang hancur.

Di Pakistan utara saja, di mana bencana berawal di daerah pegunungan, tantangan sangat besar. Padahal di daerah itu, sejak bencana gempa bumi lima tahun yang lalu, kejasama antara pemerintah dan organisasi kemanusiaan sudah jauh lebih baik. Di mana-mana penyakit mengancam. Di kalangan pengungsi sekarang kolera semakin menyebar. Di beberapa daerah, menurut laporan media Pakistan, warga terpaksa meminum air yang sangat kotor dan tercemar.

Nicki Benett mengatakan, di bagian utara, di mana air sudah mulai surut, tim penolong dapat lebih leluasa memberikan bantuan. Daerah-daerah terpencil berhasil dijangkau antara lain dengan helikopter atau dengan berjalan kaki.

Bantuan Tetap Tidak Cukup

Pakistan Flut August 2010

Seorang korban banjir, Samina Samoo, yang kehilangan rumah dan harta miliknya.

Di Punjab tim penolong harus berjalan kaki berjam-jam untuk mencapai daerah yang membutuhkan bantuan. Jalan-jalan rusak berat dan banyak jembatan putus. Tetapi dengan logistik yang didirikan dalam dua pekan terakhir bantuan tidak cukup.

Nicki Bennett memperkirakan, sekitar tiga juga orng akan dapat dijangkau para penolong dalam pekan-pekan mendatang. Itu jumlah yang sangat kecil, mengingat jumlah korban lebih dari 14 juta orang.

Oleh sebab itu Minggu (15/08) Sekjen PBB Ban Ki Moon direncanakan mengadakan kunjungan singkat di pakistan. Ia akan membicarakan bantuan selanjutnya dengan pemerintah dan melihat sendiri situasi di daerah bencana. Diperkirakan, Ban Ki Moon akan kembali menyerukan dunia untuk memberikan lebih banyak sumbangan bagi Pakistan.

Jürgen Webermann / Marjory Linardy

Editor: Rizki Nugraha

Laporan Pilihan