1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Tiga Tahun Penculikan Boko Haram

Nigeria memperingati tiga tahun penculikan lebih dari 200 siswi di sebuah kota terpencil di timur laut negara tersebut, Chibok.

Pada malam 14 April 2014, gerilyawan Boko Haram menyapu Chibok di negara bagian Borno. Mereka menculik 276 anak perempuan, kebanyakan berusia antara 16 dan 18, dari sekolah menengah mereka. Sekitar 50 anak perempuan berhasil melarikan diri.

Selama lebih dari dua tahun tidak ada tanda-tanda nasib gadis-gadis itu. Penculikan tersebut memicu kemarahan global dan kampanye internasional yang didukung selebriti, dengan tagar #bringbackourgirls.

Namun penemuan salah satu dari mereka yang muncul  dengan seorang bayi pada Mei tahun lalu memicu harapan untuk memperjuangkan keselamatan para siswi itu. Apalagi setelah 21 siswi dibebaskan pada bulan Oktober 2016 dalam sebuah kesepakatan yang ditengahi oleh Swiss dan Palang Merah Internasional.

Pemerintah dan militer  Nigeria telah menghadapi kritik keras atas penanganan insiden tersebut. Mantan Presiden  Nigeria Goodluck Jonathan, dihujani dikritik dan kalah dalam pemilu  tahun 2015.

Pengganti Jonathan, Presiden Muhammadu Buhari memerintahkan penyelidikan baru terhadap penculikan tersebut pada bulan Januari 2016. Buhari mengatakan bahwa dia berkomitmen untuk memastikan gadis-gadis  Chibok dipertemukan kembali dengan keluarga mereka.

 Sekitar 2.000 anak perempuan dan anak laki-laki telah diculik oleh Boko Haram sejak awal 2014, demikian menurut Amnesty International, yang mengatakan bahwa mereka digunakan sebagai juru masak, budak seks,  milisi dan bahkan pelaku bom bunuh diri.

Kelompok militan Boko Haram menuntut penerapan Syariah Islam di seluruh Nigeria. Namun sebuah serangan regional terhadap mereka tahun lalu  yang berhasil mengusir gerilyawan dari sebagian besar benteng tradisional mereka,  telah melumpuhkan mimpi kelompok teror tersebut.

ap/yf(rtrtv)

Laporan Pilihan