1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Tidak Ada Sinyal Positif dari Pertemuan Menteri Keuangan G-20

Pertemuan Menteri Keuangan G-20 di Skotlandia kali ini tidak mengeluarkan isyarat baik bagi KTT Iklim di Kopenhagen mendatang.

Menkeu Jerman Wolfgang Schäuble, Menkeu AS Timothy Geithner, dan Menkeu Inggris Alistair Darling (ki-ka).

Menkeu Jerman Wolfgang Schäuble, Menkeu AS Timothy Geithner, dan Menkeu Inggris Alistair Darling (ki-ka).

Suasana bersahabat pada saat pertemuan menteri keuangan G-20 di Skotlandia tidak membawa Menteri Keuangan Inggris Alistair Darling ikut larut ke dalamnya. Darling dalam kesempatan itu sekali lagi memperingatkan, “Jika tidak ada kesepakatan di bidang keuangan mengenai sumbangan untuk perbaikan iklim, maka pelaksanaan KTT Iklim di Kopenhagen yang akan berlangsung lebih sulit.“

Perundingan yang berlangsung sepanjang malam Sabtu (07/11) mengenai pembagian beban secara adil antara negara industri, ambang industri dan negara berkembang. Namun perundingan itu tidak membuahkan hasil. Menteri Keuangan Jerman yang baru Wolfgang Schäuble menyimpulkan, “Kami tidak berhasil mencapai apa yang kami harapkan sebelumnya.“

Apa pasal? Jelas, negara barat akan terus menanggung biaya bagi negara berkembang, ujar Schäuble. Namun negara ambang industri pada prinsipnya juga harus turut andil dalam membantu. “Intinya bahwa sebagian negara ambang industri enggan membantu.”

Ucapan Schäuble itu disusun sangat diplomatis. Pada kenyataannya, seperti sebelumnya Cina sama sekali tidak mau mengeluarkan uang sepeser pun untuk perbaikan iklim. Tapi perundingan semestinya terus berlanjut.

Kejutan lainnya adalah desakan PM Inggris Gordon Brown. Brown mengusulkan warga harus dilindungi sepenuhnya dari risiko sistem perbankan, dan untuk pertama kalinya berbicara mengenai kemungkinan pajak pasar keuangan. Menurut Brown, sedapat mungkin dilakukan pencegahan terhadap terulang kembalinya krisis keuangan seperti tahun lalu, tapi, “Kami harus mempertimbangkannya lagi, apakah kami akan terus mengganjal biaya bagi perekonomian rakyat dan masyarakat.”

Pihak yang bertanggung jawab dalam krisis keuangan diminta untuk membayar ganti rugi yang saat ini ditanggung para pembayar pajak. Ide ini juga diusulkan pemerintah Jerman pertengahan tahun ini, kata Schäuble. Menteri Keuangan Jerman memuji, kini Inggris pun berpikiran sama. “Saya pikir, itu merupakan kemajuan yang sangat berarti.“

Namun Menteri Keuangan AS Timothy Geithner mengatakan tidak setuju terhadap pajak pasar keuangan. Menurut Geithner, pemerintahnya tidak siap untuk menanggung pajak pasar keuangan. Pada akhirnya, itu merupakan tindakan memacu pertumbuhan perekonomian dunia yang bernilai miliaran dollar. Tuan rumah Inggris juga pernah sekali waktu memperingatkan bahwa penghentian program bantuan dilakukan secara perlahan-lahan dan bertahap, sesuai dengan proses pemulihan masing-masing negara. Menteri Keuangan Jerman juga menyinggung apa yang telah dikatakan dalam Pakta Stabilitas Uni Eropa dan Konstitusi Eropa mengenai jumlah nilai pemberian utang baru, supaya di masa depan, jika itu berbalik padanya, maka puncak kongjungtur akan mencari batasan alaminya.

Barbara Wesel/Luky Setyarini

Editor: Rizki Nugraha