1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Tidak Ada Kemajuan di Bagdhad tapi Memuaskan

Dalam pembicaraan mengenai sengkata atom Iran memang tidak dihasilkan satu terobosan. Namun bahwa negosiasi ini akan dilanjutkan dipandang positif oleh Washington dan Berlin.

Dalam pembicaraan dua hari mengenai sengketa atom Iran di Baghdad, Irak, tidak tercapai satu terobosan. Namun setelah pembicaraan berakhir, Pejabat Urusan Luar Negeri Uni Eropa Cathrine Ashton menyatakan bahwa kelima negara pemilik veto di PBB dan Jerman dan pemimpin Teheran telah menyepakati untuk melanjutkan perundingan di Moskow, Rusia, tanggal 18 dan 19 Juni mendatang.

Masih terdapat “perbedaan pendapat yang signifiikan”, dikatakan Ashton. Bagaimanapun, delegasi Iran setidaknya menyetujui untuk membahas pengayaan uranium yang kontroversial. Direncanakan, sebelum pertemuan di Moskow digelar, akan dijalin kontak yang erat dengan Iran. Dikatakan, terdapat persamaan dan keinginan untuk membuat satu kemajuan. Sementara itu, juru runding Iran Saeed Jalili, mengatakan bahwa Iran memiliki “hak mutlak“ untuk memperkaya uranium.

Iran Atomgespräche in Bagdad, Irak

Pejabat Urusan Luar Negeri Uni Eropa Cathrine Ashton bersama juru runding Iran Saeed Jalili

Jerman Tawarkan Bantuan

Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle menyambut baik rencana untuk melanjutkan pertemuan. “Pembicaraan substantif di Baghdad harus diikuti langkah-langkah untuk membangun kepercayaan. Kami telah menyodorkan usulan kepada Iran.” Kepada surat kabar Leipziger Volkszeitung, Westerwelle mengatakan bahwa Jerman siap untuk membantu Iran mengembangkan teknologi bagi kepentingan sipil. Iran memiliki hak untuk penggunaan sipil, namun harus mengesampingkan opsi persenjataan nuklir.

Amerika Serikat juga menilai rencana untuk melanjutkan perundingan atom Iran bulan Juni mendatang sebagai satu perkembangan positif. Amerika Serikat sebelumnya tidak terlalu berharap akan tercapainya satu terobosan dalam dalam dua perundingan terakhir, di Istanbul dan Baghdad. Demikian dikatakan juru bicara Gedung Putih Jay Carney. Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengatakan, terlepas dari kemajuan yang sejauh ini telah dicapai, sanksi terhadap Iran masih tetap diberlakukan. Inggris dan Perancis mengancam akan mengeluarkan sanksi baru jika perundingan di Moskow tidak menghasilkan seusuatu.

Iran Membuat Bom Atom?

Lima negara pemilik veto di PBB (AS, Cina, Rusia, Perancis dan Inggris) serta Jerman dan Uni Eropa berupaya menghalangi Iran untuk memperkaya uranium sampai 20 persen. Pihak Barat mencemaskan bahwa nantinya Iran akan mampu memperkaya uranium sampai 90 persen, yang dapat dipergunakan untuk membuat bom atom.

Barat menduga, secara diam-diam Iran melakukan program senjata nuklir. Pemerintah di Teheran berulang kali membantah tudingan ini dan menyatakan program nuklir Iran adalah untuk kepentingan sipil.

yf (dpa/rtr/afp)

Laporan Pilihan