1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Tidak Ada Jalan Lain, Yunani Harus Dibantu

Sudah menjadi konsensus semua pihak, bahwa Yunani harus mendapat bantuan keuangan. Kanselir Jerman Merkel juga menyebut, kepercayaan pasar pada Yunani harus kembali pulih.

default

Kanselir Jerman Angela Merkel (kanan) dan Direktur IMF Dominique Strauss-Kahn

Yunani semakin terpojok. Negara Eropa yang dililit utang amat besar ini harus menyiapkan dana sedikitnya sembilan miliar Euro selambatnya tanggal 19 Mei untuk melunasi pinjamannya. Dan ini belum apa-apa. Dalam tiga tahun mendatang Yunani membutuhkan dana 135 miliar Euro. Mengingat Yunani kesulitan mendapatkan kredit di pasar keuangan, Uni Eropa dam Dana Moneter Internasional lah yang kini diharapkan menyediakan dana bagi Yunani.

Untuk menyelamatkan Yunani, Jerman harus menyiapkan sekurangnya 25 miliar Euro. Meski awalnya masih menimbang-nimbang untung dan ruginya, kini Kanselir Jerman Angela Merkel menyadari bahwa tidak ada jalan keluar lain.

"Ini menyangkut stabilitas kawasan pengguna mata uang Euro, kami tidak akan menarik dari tanggung jawab ini. Syaratnya, Yunani menerima paket penghematan yang menyeluruh, agar kepercayaan pasar pada Yunani dapat dipulihkan kembali," demikian Angela Merkel.

Program penyehatan kembali bagi Yunani kini dibahas negara pengguna mata uang Euro, Bank Sentral Eropa dan Dana Moneter Internasional. Kalau kesepakatan berhasil dicapai maka bantuan bagi Yunani dapat dikucurkan dengan cepat, demikian Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schäuble.

"Jika ini terjadi maka pemerintah Jerman akan mengeluarkan jaminan kredit di Bank Bantuan Pembangunan Jerman (KfW). Sebelumnya kami harus meloloskan undang-undang yang mengaturnya Senin (03/04) mendatang," lanjut Schäube.

Selama sepekan ini, parlemen Jerman dan majelis negara bagian akan membahas paket bantuan bagi Yunani. Untuk memperjelas betapa seriusnya situasi ekonomi Yunani saat ini, direktur Bank Sentral Eropa Jean-Claude Trichet dan direktur Dana Moneter Internasional (IMF) Dominique Strauss-Kahn datang ke Berlin untuk bertemu Menteri Keuangan Jerman Schäuble dan petinggi fraksi di parlemen Jerman.

Trichet mengatakan, adalah sangat penting bahwa perundingan di Athena dituntaskan di hari-hari mendatang. Direktur IMF Strauss Kahn menambahkan: "Bantuan kredit harus dikucurkan secepat mungkin. Setiap hari yang berlalu akan memperburuk situasi saat ini. Ini berimbas langsung pada Uni Eropa tapi jangkauannya bisa jauh lebih luas."

Uni Eropa dirundung krisis terparah dalam sejarahnya. Setelah Yunani, kini Portugal dan Spanyol juga diturunkan peringkat kelayakan kreditnya oleh perusahaan pemeringkat. Apakah negara-negara ini terancam tumbang juga? Inilah yang dikuatirkan oposisi Jerman.

Jerman, negara ekonomi terbesar Eropa, juga dililit utang luar negeri yang tinggi. Meski begitu, Jerman berjanji untuk mengucurkan pinjaman bernilai miliaran Euro bagi Yunani. Pinjaman yang kemungkinan besar tidak akan dilunasi. Partai oposisi SPD pun mengkritik politik pasar keuangan pemerintah Jerman. Ketua praksi SPD dalam parlemen Thomas Oppermann: "Bagi kami, bantuan bagi Yunani tidak dapat diberikan begitu saja tapi harus dikaitkan dengan sejumlah persyaratan, pemerintah harus menunjukkan cara untuk meredam spekulasi. Politik tidak dapat diperas secara sistematis oleh pasar keuangan."

Sementara itu, desakan sejumlah politisi Jerman untuk melibatkan langsung lembaga keuangan dalam upaya penyehatan Yunani kurang mendapat dukungan. Baik Kanselir Jerman Angela Merkel maupun menteri keuangan menolak desakan ini.

Sabine Kinkartz/Ziphora Robina
Editor: Agus Setiawan

Laporan Pilihan